27 September 2017 | Hello Kampus

Tradisi Ilmiah Mahasiswa Terus Dipacu

AJANGPekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, akhir Agustus lalu, tak dipandang sebelah mata oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ajang bergengsi yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi barometer tradisi ilmiah mahasiswa di masing-masing kampus. Karena itu, dalam ajang Pimnas tahun ini, Unnes menerjunkan 13 tim. Sebelum berangkat, mereka telah mengikuti tahap seleksi, karantina, pendalaman materi, hingga latihan presentasi.

Hasilnya, tim Pimnas Unnes berhasil membawa pulang sebanyak enam medali dan menempatkan diri di posisi tujuh nasional. Secara berurutan, posisi satu hingga enam ditempati Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Andalas, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro.

Koordinator Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unnes, Tommi Yuniawan mengatakan, setiap tahun, terdapat kenaikan jumlah tim yang dikirim untuk bertanding dalam Pimnas. Selain dari sisi kuantitas, kualitas mereka juga terus ditingkatkan melalui pendampingan penulisan secara ilmiah dan menguraikan gagasan melalui presentasi dan debat.

Tahun lalu, Unnes mengirim 11 tim, sedangkan pada 2016, terdapat sembilan tim yang berangkat. Tommi menjelaskan, Unnes berpartisipasi di hampir semua bidang PKM, antara lain PKM Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Teknologi, PKM Karsa Cipta, dan PKM Gagasan Tertulis.

Ukir Prestasi

Mahasiswa Unnes yang turut menjadi bagian dari Pimnas ke-30, Moh Nasrul Baharsyah mengatakan, tidak akan berhenti mengukir prestasi. Ke depan, dia optimistis tradisi keilmuan dapat terus diperkuat sehingga mampu mengangkat reputasi kampus di kancah global.

‘’Kampus semakin dihargai jika memberi sumbangsih dan ilmunya bermanfaat,’’katanya. Selain itu, dia optimistis kampusnya mampu meningkatkan ranking dalam Pimnas di tahun-tahun mendatang. Rektor Fathur Rokhman pun mengapresiasi capaian mahasiswa.

Dari sebanyak 89 perguruan tinggi yang menjadi peserta Pimnas ke-30, mereka mampu berada pada posisi ketujuh. Namun, Rektor meminta mereka untuk tidak puas dengan hasil yang sudah diperoleh. Ketekunan belajar dan pembimbingan oleh dosen akan menjadi ‘’amunisi’’ untuk menghasilkan prestasi sekaligus menjadikan mahasiswa berkarakter dan mampu bersaing.

Melalui Keputusan Rektor Nomor 416/P/2017, Fathur memberikan apresiasi pemberian nilai A mata kuliah Skripsi bagi peraih medali emas, nilai Amata kuliah KKN bagi peraih medali perak, dan nilai A mata kuliah PPL/PKL bagi peraih medali perunggu. Selain itu, pemberian nilai A bagi tim Pimnas Unnes untuk mata kuliah tertentu sesuai bidang studi yang ditempuh. ‘’Tradisi ini harus terus dikembangkan, kita harus selalu siap untuk berkompetisi. Hanya mereka yang memiliki mental kuat yang dapat menjadi juara,’’ujarnya.(55)