24 September 2017 | Sehat

Hindari Radang Tenggorokan Akut

KETIKAtenggorokan sedang tidak enak atau meradang, makanan apa pun jadi terasa kurang nikmat ketika ditelan. Meskipun sepele, radang di tenggorokan rasanya cukup mengganggu.

Radang tenggorokan biasanya disebut dengan faringitis, yakni terjadinya peradangan pada bagian belakang tenggorokan (faring). Salah satu tandanya, rasa sakit atau tidak nyaman pada saat menelan. Ada dua jenis faringitis, akut dan kronis. Akut apabila terjadinya kurang dari tiga minggu, sedangkan kronis lebih dari tiga minggu. Akut bisa berubah menjadi kronis. Hal itu terjadi apabila terlambat dalam penanganannya dan berulang-ulang, serta memiliki gejala lebih parah daripada radang tenggorokan akut. ”Problemnya sama, nyeri tenggorokan, susah menelan, serak, bahkan sampai demam. Tapi kalau kronis lebih parah lagi. Jangankan sulit menelan makanan, meneguk air saja terasa sakit. Ini karena ada pembesaran kelenjar getah bening, sehingga tenggorokan perih dan berbau,” jelas dr Puspita Wijayanti dari Klinik Bedah dan Rawat Luka Dijah Suprobo Brebes.

Apa saja yang bisa menyebabkan radang tenggorokan?

Ada yang disebabkan infeksi seperti virus dan bakteri, ada juga yang noninfeksi seperti alergi ataupun iritasi. Yang paling umum disebabkan oleh virus, terutama virus influenza. Jadi, Anda perlu berhati-hati dengan paparan pilek dan flu dari orang yang dekat dengan Anda, seperti rekan kerja atau orang yang tinggal serumah. Apalagi kalau kondisi badan dalam keadaan kurang fit. ”Radang yang disebabkan virus bisa sembuh dengan sendirinya bila imun kita bagus, jadi tidak perlu antibiotik karena bersifat bisa pulih kembali,” tutur Puspita.

Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan radang tenggorokan meskipun tidak sesering virus. Namun dampaknya lebih tidak enak bila dibandingkan dengan virus. Infeksi bakteri yang paling sering disebabkan streptokokus grup A. Yang mana bila Anda terjangkit, Anda memerlukan bantuan dokter untuk memberikan resep antibiotik yang sesuai, bila tidak ingin terjadi komplikasi pada katup jantung.

Banyak Faktor

Bagaimana dengan alergi?

Alergi merupakan raksi hipersensitif. Bisa disebabkan banyak hal seperti makanan, minuman, debu, bulu binatang, dan serbuk sari. Semua hal yang bisa memicu alergi tersebut disebut alergen, yang mana jika masuk ke dalam tubuh penderita alergi, akan timbul reaksi tubuh seperti gatal, bersin-bersin, batuk, dan radang tenggorokan. Adapun iritasi bisa timbul karena banyak faktor.

Seperti makanan, lingkungan, cuaca, dan paparan asap rokok. Iritasi akibat makanan merupakan biang keladi radang tenggorokan yang sering terjadi. Ya, makanan yang kita konsumsi sehari-hari bisa menyebabkan alergi dan iritasi pada tenggorokan. Makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, bergetah, terlalu panas atau terlalu dingin, bisa memicu radang tenggorokan. Minyak goreng, terutama yang telah digunakan sampai berulang-ulang, bisa memicu radang tenggorokan. Anda boleh waspada terhadap makanan yang menjadi tersangka seperti gorengan, gula atau pemanis buatan, serta makanan yang mengandung penyedap rasa dan bahan pengawet. Ini karena zat yang terkandung didalamnya mudah mengiritasi tenggorokan. Jadi, bila ada guyonan sarkas yang mengatakan jangan terlalu banyak makan micin””, memang benar adanya, karena efeknya untuk tenggorokan tidaklah menyenangkan.

Lalu, bagaimana dengan cuaca? Suhu panas biasanya menimbulkan banyak polusi udara dan meningkatkan debu. Debu jalanan yang mengandung virus atau bakteri jika masuk ke dalam tenggorokan bisa membuat meradang. Selain polusi dari jalanan, polusi dari pabrik atau lingkungan industri juga berpengaruh. Para pekerja pabrik atau orang yang tinggal di lingkungan industri biasanya sering mengalami radang tenggorokan. Suhu dingin pun bisa menyebabkan radang tenggorokan.

Kita jadi mudah terserang virus influenza. Secara umum, jika terjadi radang tenggorokan akan terasa tidak nyaman pada tenggorokan, sulit menelan, suara serak, demam, dan terkadang lemas. Gejala-gejala tersebut merupakan ciri bila disebabkan virus. Namun jika disebabkan bakteri, biasanya disertai gejala tonsil dan kelenjar leher membengkak, ada bercak putih di belakang tenggorokan, panas tinggi hingga menggigil.

Cara Mengobati

Dalam menangani radang tenggorokan, dokter harus tahu penyebabnya. Bila karena virus, pasien harus istirahat dan konsumsi vitamin C. Multivitamin seperti vitamin C dan B kompleks, bisa memulihkan daya tahan tubuh. Obat kumur juga bisa membantu meringankan gejala radang tenggorokan. ”Tubuh memerlukan tujuh sampai 10 hari untuk membangun antibodi dan menghancurkan virus,” ujar Puspita.

Sementara bila penyebabnya bakteri, dokter biasanya melakukan usap (swap) pada tenggorokan untuk dikultur. Hasilnya akan menunjukkan jenis kuman, dan dokter bisa memberikan antibiotik yang tepat. Untuk kasus alergi, tentu saja tidak dapat disembuhkan.

Cara paling tepat tentu dengan menghindari pencetus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk mencegah datangnya radang tenggorokan, Anda bisa memakai masker bila ke luar rumah, terutama pada saat cuaca ekstrim seperti sekarang. Hindari makanan yang terlalu panas dan berminyak, dan jangan lupa makan dan tidur secara teratur. Konsumsi vitamin secara teratur bisa membantu imunitas tubuh tetap terjaga.(Irma Mutiara Manggia-58)