image

SM/Agung Mumpuni GERBANG bergaya arsitektur Byzantin bentuknya yang unik tampaknya ditiru pada gerbang istana ’’Magic Kingdom’’Walt Disney. (43)

24 September 2017 | Jalan-jalan

Topkapi Palace, Saksi Kejayaan Kesultanan Turki

  • Oleh Agung Mumpuni

Topkapi Sarayi atau Topkapi Palace menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi di Turki. Letaknya tidak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque yang merupakan kesatuan dari Old City Istanbul.

Siapkan uang TL40 untuk membeli tiket jika Anda tak memiliki museum pass atau muzekart. Topkapi Sarayi mempunyai arti ”Istana Pintu Gerbang Meriam.” Nama ini disematkan karena di depan pintu gerbang istana pada masa lalu terdapat meriam raksasa.

Istana ini menjadi kediaman resmi para penguasa kekhalifahan Utsmaniyah selama sekitar 400 tahun (869-1272 H/1465-1856 M). Sebelum menempati istana ini, sang sultan tinggal di sebuah istana kecil yang terletak di Distrik Beyzit (tidak jauh dari Grand Bazaar, antara Universitas Istanbul dan Masjid Sulaimaniyyah). Kompleks bangunan Istana Topkapi dikelilingi oleh benteng sepanjang 5 kilometer dengan total luas 70 hektare. Tak heran jika Topkapi dinobatkan sebagai istana terluas kedua di dunia setelah Istana Versailles di Prancis.

Areal istana terletak di dataran agak tinggi, sehingga pengunjung bisa melihat indahnya pemandangan laut Marmara, Golden Horn, dan Selat Bosphorus. Sebelum memasuki istana, tepat di sudut jalan terdapat sebuah air mancur Sultan Ahmed III (Sultan Ahmet Cesmesi) yang dibangun pada tahun 1140 H/1728 M yang tidak lagi memancarkan air. Air mancur itu dahulu dibangun sebagai sebil (tempat air minum gratis bagi para musafir). Desain Topkapi tidak sama seperti istana yang dibangun di benua Eropa yang berbentuk bangunan raksasa dengan taman yang sangat luas. Istana ini terdiri atas sejumlah paviliun, dapur, barak, ruang pertemuan, kamar, taman, dan ruang istirahat yang didirikan di seputar gedung utama. Terdapat 3 buah gerbang istana.

Gerbang pertama bernama Bab-i-Humayyun (Imperial Gate) yang berarti ”pintu gerbang kesultanan.” Selepas melewati gerbang ini, Anda akan melihat sebuah taman luas berhias bunga dan pohon rindang. Di sini, Anda bisa berfoto dengan latar indahnya Laut Marmara dan Hagia Sophia. Dahulu, di taman inilah pasukan elit Dinasti Utsmaniyyah, yaitu pasukan Janissary, kerap melakukan parade. Setelah melewati taman, Anda bisa melintasi pintu gerbang kedua bernama Bab-as Salam (Salutation Gate) yang dibangun Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada tahun 930 H/1524 M. Salutation Gate berupa tembok dengan dua menara besar di sisi kiri dan kanan.

Desain gerbang dipengaruhi gaya arsitektur Byzantin. Jika dilihat bentuknya, mirip dengan gerbang istana magic kingdomnya Walt Disney. Dahulu dua menara tersebut difungsikan untuk menggantung para terhukum. Istana Topkapi mengalami perluasan dan pemugaran, antara lain pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni (927-974 H/1520-1566 M). Topkapi Palace mulai kehilangan posisi penting setelah Sultan Majid I pindah ke Dolmabahce Palace, sebuah istana berarsitektur Eropa di Beskitas yang berada di tepi Selat Bosphorus. Seiring terbentuknya Republik Turki, Dekrit Presiden pada 3 April 1924 mengakhiri sejarah panjang Topkapi Palace sebagai istana dan menetapkannya sebagai museum.

Istana ini kemudian ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh UNESCO pada 1985. Pengelolaannya berada di bawah naungan Departemen Budaya dan Pariwisata pemerintah Turki dan dijaga oleh tentara militer Turki. Pada bagian kedua dari istana ini, Anda akan menemui dapur istana, istana harem (hareem section), dan gudang penyimpanan senjata. Bangunan dapur kerajaan memiliki 20 cerobong asap yang amat tinggi, dibuat abad ke-15 terdiri atas 10 bangunan besar. Konon dapur ini dapat menyiapkan makanan untuk 4.000 orang yang disiapkan pelayan dapur yang jumlahnya bisa mencapai 1.000 orang. Istana Harem, tempat tinggal para selir dan para pelayannya juga berada di zona kedua ini. Di zaman kesultanan Ottoman, kekuasaan tertinggi di Harem berada di tangan Valide Sultan atau Ibu kandung Sultan yang berkuasa. Valide Sultan berhak mengatur kehidupan para selir dan penghuni Harem serta tidak jarang juga berperan dalam intrik istana. Harem memiliki pasukan kasim berkulit hitam yang berasal dari Afrika sebagai penjaga kompleks istana.

Bangunan Harem sangat luas dan penuh dengan ornamen khas Ottoman yang bergambar bunga dan tanaman. Warna biru indigo serta emas juga menghiasi ruangan di sana. Selain dibangun untuk menjadi tempat tinggal para selir dan keluarga Sultan, para pangeran juga ”dipaksa” untuk tinggal di sini untuk menghindari perebutan takhta dan mempersempit ruang gerak mereka.

Oleh karena itulah, Harem terkadang juga disebut sebagai sangkar emas. Terhitung ada sekitar 300 kamar yang ada di dalam istana harem ini, mirip seperti apartemen. Letak istana ini sebenarnya hanya beberapa meter dan hampir berseberangan dengan bangunan dapur. Dari Harem, Anda bisa menuju ke Mediciye Pavilion. Di sini Anda bisa melihat pemandangan selat Bosphorus dan jembatan Eropa-Asia. Dari balkon paviliun berjalanlah sekitar 10 meter, Anda akan menemui sebuah bangunan istana kecil dengan interior full keramik dan terdapat kolam renang. Dari sini, pemandangan selat Bosphorus, Galata Bridge, Galata Tower dengan bangunan di sekitarnya, juga masjid Sulaymaniye terlihat cukup jelas. Sepertinya istana kecil ini adalah tempat bersantai para anggota keluarga kerajaan. Selesai menjelajah bagian kedua istana, Anda bisa menuju gerbang ketiga, Bab-i Sadeet disebut juga Akagalar Gate atau Felicity Gate sebagai pintu masuk ke bagian utama istana.

Di bagian ketiga dari istana inilah letak beberapa bangunan-bangunan penting. Di area ini, Anda dilarang memotret. Salah satu area penting dari bagian ketiga istana adalah lokasi di mana para sultan Dinasti Utsmaniyyah menerima duta besar asing. Lokasi tersebut dinamakan Arz Odasi, di mana sultan duduk di atas takhta berhias emas dan permata. Ketika prosesi penerimaan para duta berlangsung pada masa itu, air mancur di dekat lokasi, dinyalakan. Tujuannya agar orang yang tidak berkepentingan tidak bisa mendengar pembicaraan antara Sang Sultan dengan para duta besar.

Saat ini, tempat itu digunakan untuk menampilkan koleksi senjata pasukan Dinasti Utsmaniyyah. Di area ini, Anda juga bisa melihat barangbarang peninggalan sejarah, khususnya sejarah Islam di Sacred Relics atau dikenal juga sebagai Holy Relics. Di sini Anda seperti dibawa ke zaman Rasulullah SAWdan sahabatnya. Di ruang ini, Anda bisa mendengarkan lantunan tilawah Al-Qurían secara live. Konon, dulu ayatayat Alquran dilantunkan tanpa henti selama 24 jam nonstop dan terus menerus selama lebih dari 407 tahun antara tahun 1517-1924 M.

Di tempat ini Anda bisa melihat benda-benda terkait Rasulullah Saw dengan hiasan kaligrafi yang sangat cantik. Selain itu, terdapat cetakan tapak kaki Nabi Muhammad pada batu yang patah dan disambung kawat. Terdapat pula pedang dan panah milik Nabi Muhammad dan para sahabat, juga peninggalan lainnya. Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Alquran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Manuskrip tersebut merupakan lembaran Alquran sebelum disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Al-Qadar.

Penghubung Asia Eropa

Dari taman di area Topkapi, Anda memang dapat melihat keindahan selat Bosphorus. Namun, kurang lengkap jika Anda tak menyusuri selat yang memisahkan Istanbul bagian Asia dan Eropa, dengan naik kapal (cruise). Selat Bosphorus yang juga menghubungkan antara Laut Marmara dan Laut Hitam ini memiliki panjang kurang lebih 30 kilometer dengan lebar hanya 3700 meter dengan kedalaman sekitar 36 meter-124 meter. Selat ini begitu melegenda. Sejak zaman kejayaan Yunani, Bosphorus telah menjadi bandar rempah yang ramai. Kawasan ini juga menjadi jalur yang strategis untuk menaklukkan wilayah pendudukan di Asia kecil seperti kisah Homer tentang perang Trojan. Untuk bisa menyusuri Bosphorus, Anda harus berjalan ke dermaga Eminonu.

Di sini banyak sekali orang menawarkan tiket Bosphorus Cruise. Ada beberapa paket yang ditawarkan seperti short circle cruise, Full Bosphorus Cruise yang melintasi jarak lebih jauh, dan juga Sunset Cruise untuk bisa menikmati sunset. Perjalanan dengan short circle cruise memakan waktu sekitar 90 menit. Perjalanan menyusuri selat ini sangat menyenangkan, diiringi semilir angin, udara yang sejuk dan bersih, langit yang cerah dan biru. Sebaiknya Anda keluar dari ruang kapal dan duduk di area dek untuk melihat lebih dekat panorama indah tepian Selat Bosphorus. Dari sini hamparan pemandangan yang indah mulai tersaji, di sisi kiri dan kanan kapal para penumpang bisa menyaksikan beragam landmark dan bangunan berarsitektur khas Eropa, Asia, bahkan Mediterania.

Pemandangan mengagumkan akan terus ”bermunculan” mulai dari sisi utara Bosphorus maupun di bagian sebelah selatan. Ada pemandu wisata berbahasa Inggris yang akan menjelaskan tentang bangunan-bangunan yang bisa dilihat dari atas cruise. Dari atas kapal Anda bisa menikmati keindahan jembatan Fatih Sultan Mehmet yang menghubungkan benua Asia dan Eropa. Jembatan tersebut mengambil nama dari Sultan Utsmaniyyah abad ke-15 (Mehmed Sang Penakluk), yang menaklukkan ibukota Byzantium, Konstantinopel) pada tahun 1453. Jembatan Bosphorus ini diselesaikan pada 1988. Saat itu jembatan tersebut menjadi jembatan gantung terpanjang ke-5 di dunia, namun sekarang jembatan tersebut berada pada urutan ke-19. Selain jembatan penghubung, Anda juga bisa melihat istana Dolmabahce yang dibangun menyerupai istana-istana di Eropa dengan segala kemegahannya.

Istana ini merupakan pusat administrasi utama dari Kekaisaran Ottoman. Anda juga bisa melihat Topkapi Palace, Maiden Tower yang terletak di tengah-tengah selat bagaikan sebuah pulau kecil. Menurut kisah, dulunya Maiden’s Tower adalah istana yang dibangun Sultan di tengah laut untuk putrinya yang menurut peramal akan mati disengat ular berbisa. Agar terhindar dari ramalan itu, Sultan membuat menara di tengah laut untuk mengasingkan sang puteri. Tapi apa mau dikata, sang puteri mati disengat ular berbisa yang masuk menyelundup dalam keranjang buah anggur yang dibawa oleh pelayannya. Yang pasti, letak pulau kecil ini sedemikian strategis, sehingga fungsinya terus berubah. Pada tahun 341 sebelum Masehi pulau kecil itu pernah dijadikan mausoleum.

Pada tahun 410 Masehi, pulau itu menjadi pangkalan bea cukai lalu lintas perdagangan di Selat Bosporus. Pernah menjadi benteng kecil dan tempat mengintai. Pada sekitar 1920-an, menara di pulau kecil itu dijadikan mercusuar, dan kini dijadikan restoran. Anda juga bisa melihat masjid Ortakoy di sisi selat.

Bangunan masjid ini memang tidak semegah Blue Mosque. Namun, lokasinya yang berada di pinggir Selat Bosphorus membuat Ortakoy Mosque menjadi sudut Istanbul yang paling menarik untuk diabadikan. Anda juga bisa melihat dan mengambil gambar betapa gagahnya benteng Rumeli Hisari, yang dibangun pada 1452 oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih untuk mengamankan Selat Bosphorus dan menghubungkan Kesultanan Ustmani Asia dan Eropa atau sebagai pemotong selat, yaitu untuk menahan dan mengawasi logistik di Konstantinopel.

Selain itu, Anda juga bisa melihat perumahan, dan hotel restoran di tepi laut dengan arsitektur yang menawan. Perumahan yang berusia ratusan tahun lalu itu terlihat berdiri dengan megah. Lokasinya berada di tepian Benua Asia. Penduduk Turki biasa menyebutnya dengan ”Yale,” yaitu rumah-rumah yang berada di tepi selat Bosphorus dengan usia ratusan tahun, dibangun sekitar abad ke-17 dan ke-18.(43)