18 September 2017 | Liputan Khusus

Berawal dari Kesulitan Mencari Baju Anak

WINNYCaprina Irawan, pemilik merek Jumma yang menjual baju anak-anak di Bandung memanfaatkan media sosial facebook, instagram, dan twitter, serta situs untuk memperluas pangsa pasar yang menjadi targetnya.

Bagi dia, media sosial sangat membantu para pelaku usaha untuk mempromosikan produk tanpa biaya besar. Selain di media sosial, ia mempromosikan Jumma melalui endorsement artis, serta promosi di radio, majalah untuk fashion spread, sponsor event, dan bazar.

Sebagai penentu langkah yang lebih serius dalam mengembangkan usaha daring, pada akhir 2016 Jumma Kids membangun rumah online sendiri, sehingga lebih leluasa berekspresi dalam memamerkan produk dan karya lewat www.jummakids.com.

Diharapkan situs mempermudah orang mengetahui detail produk dan memesan. Awalnya, Winny kesulitan dalam menemukan produk pakaian yang cocok untuk anak laki-laki dengan desain menarik serta bahan nyaman. Orang tua lainnya pun banyak yang berpendapat sama tentang hal itu.

''Kalau ada baju yang bagus dan lucu, harganya mahal,'' ujar dia. Kondisi demikian membuat wanita kelahiran Bandung 1 Januari 1085 itu memiliki ide memulai bisnis menjual baju anak dengan desain bagus dan bahan nyaman, namun harga terjangkau.

Ide memiliki usaha produk anak-anak itu dimulai September 2013, lalu dikembangkan dan berbagai proses dilakukan, misalnya mencari nama merek, pembuatan konsep baju, dan sebagainya. Pada akhirnya nama Jumma Kids dipilih karena mudah didengar, dilafalkan, dan diingat.

Terlebih nama Jumma memiliki arti, yaitu doa di hari Jumat. Didukung oleh suami yang bergerak di bidang yang sama, produk Jumma yang terdiri atas kaos, kemeja, celana, kaos kaki, jaket, dan denim untuk anak usia 9 bulan hingga 7 tahun memiliki desain yang mengedepankan binatang, musik, dan tokoh yang dikemas ala Jumma sehingga terlihat keren tapi tidak meninggalkan kesan dunia anak kecil.

Pasang Surut

Usaha tidak selalu berjalan lancar. Winny mengalami pasang surut. Ketika Jumma tumbuh sangat cepat, ada masalah saat perancang tunggal mereka jatuh sakit. Hal itu memengaruhi produksi dan pasokan produk. Titik balik terjadi pada 2016, mulai membangun Jumma Kids secara perlahan dengan membenahi infrastruktur.

Ibu dua anak itu membuat working space bernama Jumma Kids Studio di Dago Asri, Bandung. ''Saat ini, Jumma Kids sedang belajar mandiri dengan membangun sebuah tim yang solid. Mulai tim desain, tim produksi, tim kreatif, tim customer service, sampai tim marketing,'' ujar dia.

Menurut Winny, penting digarisbawahi bahwa kredibilitas sebuah usaha daring juga ditentukan oleh jasa pengiriman. Dipercaya apabila memiliki barang berkualitas yang baik, customer service yang helpfull, juga pengiriman yang cepat dan tepercaya sehingga barang yang dipesan dan dibeli oleh pelanggan bisa sampai tepat waktu dan utuh.

Winny Caprina menggunakan jasa pengiriman JNE sejak Jumma Kids lahir awal 2014. ''Saya mempercayakan pengiriman pada JNE karena mempunyai layanan pilihan yang bisa disesuaikan dengan keinginan customer, bisa sampai sehari atau dengan layanan reguler. Barang selalu sampai cepat dan tepat,'' tegas dia.

Ditambah dengan kemudahan akses pengecekan Airwaybill membuat customer bisa melacalk pemesanan mereka. Mulai dari 100 pengiriman setiap bulan pada 2014, saat ini menginjak tahun ketiga Jumma Kids beromzet ratusan juta rupiah per bulan dengan 700 lebih pengiriman ke seluruh Tanah Air.

Salah satu tips agar usaha berjalan lancar dan sukses adalah apa pun pilihan usaha yang penting memulai dengan yang disukai. Kadang orang cenderung tidak tahu apa yang harus mereka lakukan atau dari mana memulai jika hendak membuat sebuah usaha. ''Donít wait to be great to start, you just have to start to be great'', itulah kutipan yang sering disampaikan oleh Winny di berbagai seminar.(17)