17 September 2017 | Sehat

Aneurisma pada Otak

Apa yang terjadi pada otak kita ketika mengalami penggelembungan pembuluh darah dan kepala terasa sangat sakit? Penggelembungan pembuluh darah merupakan aneurisma, yang bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh yang memiliki aliran darah. Salah satunya adalah otak.

Gelembung yang terjadi pada dinding pembuluh darah pada otak, dipenuhi darah yang pada akhirnya bisa pecah. Bila pecah, bisa menyebabkan kerusakan parah di sekitar sel otak.

Dr M Thohar Arifin SpBS menjelaskan, aneurisma pada otak ibarat balon, di mana tidak seluruh permukaannya rata, karena ada bagian yang lebih tipis. Nah bagian yang lebih tipis itu bisa bertambah besar atau menjadi gelembung.

Apa pemicunya? Salah satunya faktor genetik. Sebab, aterosklerosis atau penyempitan dan pengerasan yang terjadi pada pembuluh darah arteri, akibat endapan lemak yang menumpuk di dinding pembuluh darah (pengapuran).

Seperti dijelaskan Thohar, aneurisma otak berkembang di dalam dinding arteri yang tipis atau lemah. Di mana hal itu diduga karena proses degenerasi, yakni usia semakin tua yang bisa dipicu penyakit seperti diabetes dan hipertensi —faktor metabolik sindrom.

Faktor-faktor risiko tersebut di dalamnya tentu saja termasuk obesitas, tidak pernah atau jarang berolahraga, atau pola makan yang tidak sehat. Gejala dari aneurisma antara lain sakit kepala yang hebat, gangguan saraf, dan kesadaran menurun.

”Meskipun belum pecah, bagian saraf si penderita yang mengalami aneurisma bila ditekan, bisa kehilangan penglihatan, gangguan gerakan bola mata, bola mata tidak bisa bergerak ke kanan atau kiri,” papar Dosen Fakultas Kedokteran Undip tersebut. Sakit kepala dan gangguan-gangguan itu terasa secara terus-menerus selama aneurisma terbentuk, bukan jenis nyeri atau gangguan yang hilang kemudian timbul.

Penyebab

Bisakah seseorang mengalami aneurisma karena dipicu dari diet ketat, kekurangan gula ataupun olahraga terlalu keras? Thohar menegaskan aneurisma tidak ada hubungan langsung dengan ketiga hal tersebut.

Bila tubuh kekurangan gula, salah satu efeknya adalah peredaran darah tidak lancar dan menyebabkan asupan darah serta oksigen ke otak berkurang. Bila diet terlalu ketat, salah satu efeknya tubuh menjadi kekurangan gizi. Karena otak pun kekurangan gizi, sel-sel otak memakan dirinya sendiri dan pada saat bersamaan, rasa lapar akan memperburuk kondisi sel otak karena tidak menerima nutrisi yang cukup.

Lalu, bila ada seorang pasien aneurisma yang diduga mengalami aneurisma akibat berolahraga terlalu berat dan sedang menjalani diet, bisa jadi karena sebelum menjalani diet dan berolahraga sudah memiliki penyakit tersebut. Jadi, berolahraga terlalu berat merupakan pemicunya.

”Aneurisma itu tidak terbentuk secara tibatiba, tapi melalui proses lama,” papar Thohar. Tentu saja menyatakan bahwa seseorang menderita aneurisma juga tidak segampang itu. Untuk mendiagnosis apakah seseorang menderita aneurisma maka harus dilakukan berbagai pemeriksaan fisik dan tes.

Yakni melalui CT scan yang dikombinasi dengan angiografi (CTA) dan MRI yang dikombinasi dengan angiografi (MRA). CTA dilakukan untuk memastikan dugaan bahwa telah terjadi kerobekan pembuluh darah dan perdarahan pada otak.

Adapun MRA dilakukan untuk melihat pembuluh darah lainnya yang masih utuh. Apabila CTA tidak mampu mendeteksi adanya perdarahan, dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Penanganan aneurisma adalah menghilangkannya, baik dengan terapi bedah maupun non bedah.

Caranya dengan memasang klip (neurosurgical clipping) yang menjepit pembuluh darah untuk menutup aneurisma supaya tidak membesar dan pecah. Bisa juga dengan memasang coil (endovascular coiling) yang dimasukkan ke dalam aneurisma, yang bertujuan membungkus dari dalam sehingga tidak membesar atau pecah.

Bila aneurisma berukuran besar (lebih dari 2,5 cm) maka harus dibuang. Hal ini bisa dilakukan setelah dipasang klip. Atau bisa juga dengan metode terbaru, yakni memasang coil dan stent, yang secara total menutup aneurisma.(Irma Mutiara Manggia-58)