17 September 2017 | Sehat

RS. TELOGOREJO SMC

Pentingnya Cuci Darah bagi Penderita Gagal Ginjal

Masyarakat awam terkadang beranggapan bahwa penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah, tidak lama akan memiliki masa umur pendek. Persepsi demikian adalah keliru dan tidak benar. Dokter Spesialis Penyakit Dalam SMC RS Telogorejo, Dr dr Lestariningsih SpPD KGH menegaskan, dengan cuci darah pasien justru akan mempunyai harapan hidup lebih tinggi.

Cuci darah atau dalam istilah medis dikenal dengan hemodialisis, merupakan salah satu penanganan atau terapi yang bertujuan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal. ”Tujuan hemodialisis sebenarnya tidak menyembuhkan, tetapi membantu untuk membuang racun atau menggantikan fungsi ginjal.

Ginjal itu sifatnya membuat sel darah merah,” kata Lestariningsih. Adapun kasus yang muncul pada pasien yang tidak tertangani pascahemodialisis perlu dilihat dari beberapa aspek. Dalam kasus semacam ini, pasien yang datang pada saat terapi umumnya sudah pada kondisi terlambat.

”Biasanya saat di awal ketika disarankan cuci darah, banyak pasien menolak. Akhirnya pasien ingin melakukan itu (hemodialisis) saat kondisi sudah terlambat. Pasien datang sudah kejang-kejang, kadar hemoglobinnya sudah 5 gram/dl, dan sudah bengkak-bengkak,” jelasnya.

Menurutnya, setiap dokter pasti akan melihat seberapa parah tingkat penyakit yang diderita pasien. Umumnya, dokter akan menyarankan hemodialisis kepada pasien yang sudah stadium IV. ”Jadi dokter itu sebelumnya akan menentukan stadium mana dan biasanya dokter akan menyarankan pada saat stadium IV.

Kalau pasien dalam keadaan mendesak atau akut, itu dipasang alat dahulu yang dinamakan kateter.” Setiap tahapan, pasien akan mengalami gejala berlainan. Stadium I misalnya, penderita masih tidak memiliki gejala. Begitu juga pada stadium II. Pada tahapan berikutnya atau stadium III, pasien baru mengalami gejala seperti pucat dan mual.

Kemudian ketika stadium IV, dokter akan mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium. ”Pada pasien yang sudah stadium V, kebersihan ginjalnya hanya tinggal 15 mili liter per menit. Kondisi itu hampir dipastikan penanganan yang dilakukan terhadap pasien adalah dengan cuci darah,” ujarnya.

Minum Air Putih

Terkait dengan beberapa makanan yang berisiko menyebabkan penyakit tersebut, sejauh ini belum ada penelitian pasti. Namun, dokter Lestari mengemukakan, ada beberapa makanan atau minuman yang dapat merusak organ ginjal.

”Ada yang mengatakan bahwa obat-obatan pelangsing badan termasuk di antara yang menjadi penyebabnya. Selain itu juga obat penambah gairah serta minuman-minuman suplemen, terlebih yang berprotein tinggi,” terangnya. Dia pun menyarankan kepada masyarakat agar memperbanyak minum air putih. Dalam sehari paling tidakdua liter air.

Sebab kekurangan air putih juga dapat menyebabkan ginjal bermasalah. Selain penyakit gagal ginjal, ada beberapa keadaan yang menuntut untuk dilakukan hemodialisis. Hal itu dilakukan pada pasien yang mengalami keracunan akibat minum larutan pembasmi serangga atau karena miras oplosan.

”Pasien saat ini semakin meningkat, penyebabnya konsumsi makanan yang bisa merusak ginjal,” imbuhnya. SMC RS Telogorejo sendiri sudah lama memiliki fasilitas atau pelayanan hemodialisis. Awalnya dari enam mesin hemodialisis hingga sekarang menjadi 30.

Terlebih saat ini dengan gedung yang baru, tempat praktik pun menjadi lebih bersih, lebih nyaman untuk pasien, dan tentu tenaga medis yang berkompeten. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 24 jam SMC RS Telogorejo di nomor telepon (024) 8646 6000, (024) 8452912, ph 08112791949 (Dinda).(nn)