image

SM/AFP SAMBUT PENDUKUNG: Presiden terpilih Singapura Halimah Yacob menyambut para pendukungnya di pusat pencalonan di Singapura, Rabu (13/9).(24)

14 September 2017 | Berita Utama

Presiden Perempuan Pertama Singapura, Halimah Yacob

Tetap Tinggal di Flat Lantai Enam

Singapura resmi memiliki presiden perempuan pertama sejak negara kota itu berdiri. Halimah Yacob namanya. Ia berasal dari kelompok minoritas muslim Melayu. Perempuan 63 tahun itu terpilih setelah tidak ada kandidat lain yang memenuhi syarat menjadi presiden.

HALIMAHtidak harus melewati pemilu untuk menjadi presiden. Komisi Pemilihan Umum Singapura menyatakan kandidat presiden harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain harus pernah menduduki jabatan publik. Halimah pernah menjabat sebagai ketua parlemen dari 14 Januari 2013 hingga 7 Agustus 2017. Di samping itu, pemilu presiden lebih merupakan penunjukan.

Hal itu karena tahun lalu parlemen Singapura mengamendemen konstitusi dengan memasukkan ketentuan bahwa pemilu presiden kali ini diperuntukkan bagi etnis tertentu yang tidak menjabat presiden selama lima periode berturut-turut.

Kelompok etnis yang dimaksud adalah Melayu. Empat kandidat lainnya dinyatakan gugur karena dua di antaranya bukan dari etnis Melayu, dan dua lagi tidak pernah menduduki jabatan publik. ”Meski pemilu kali ini sudah ditentukan, namun saya bukanlah presiden yang ditunjuk,” ujar Halimah di depan pendukungnya di kantor KPU Singapura, Rabu (13/9), seperti dikutip dari Reuters.

Dalam bahasa Inggris dan Melayu, dia berterima kasih kepada rakyat Singapura dan meminta rakyat bersatu. ”Kami ingin warga Singapura saling bahu membahu. Kita belum sampai di puncak. Masih ada hal-hal lain yang bisa kita raih.” Terakhir kali presiden dari etnis Melayu adalah Yusof Ishak, yang menjabat pada periode 1965-1970. Saat itu adalah tahun- tahun pertama kemerdekaan Singapura setelah bergabung sebentar dengan Malaysia. Pemisahan Singapura dari Malaysia menyebabkan etnis Melayu menjadi etnis mayoritas di Malaysia, sedangkan di Singapura etnis yang paling dominan adalah Tionghoa, yang mencapai 74,3 persen. Disusul etnis Melayu 13,4 persen, India 9,1 persen, dan etnis lainnya 3,2 persen. Di Singapura, presiden adalah jabatan seremonial atau hanya sebagai kepala negara. Sedangkan kepala pemerintahan dipegang perdana menteri, yang saat ini dijabat Lee Hsien Loong. Meski begitu, presiden berhak menunjuk pejabat publik dan memveto penggunaan dana cadangan negara.

Jaga Kebugaran

Meski sudah menjabat sebagai presiden, Halimah menyatakan akan tetap tinggal di sebuah flat bernama Housing Board. ”Saya masih akan tinggal di Yishun ,” kata Halimah, seperti dikutip dari The Straits Times. ”Tempatnya sangat bagus, nyaman, dan sudah saya tinggali selama bertahun-tahun,” imbuhnya.

Mohamed Abdullah Alhabshee, suaminya, menyatakan mereka tidak perlu pindah, sambil bercanda menyebut rumahnya sudah ”sebesar” griya terawang. Flat berukuran jumbo itu terdiri atas empat hingga lima kamar. Halimah sudah tinggal bersama keluarga di sana lebih dari 30 tahun. Halimah memiliki dua anak perempuan dan tiga lakilaki berusia 26 hingga 35 tahun. Soal keamanan tempat tinggalnya, Halimah berkata, ”Saya serahkan ke bagian keamanan. Menurut saya, mereka sudah tahu bagaimana mengamankan daerah ini.” Tinggal di flat juga membantu Halimah menjaga kebugaran. Itu karena dia memilih naik turun flatnya yang berada di lantai enam melalui tangga, alih-alih lift. ”Kesehatan saya sangat bagus. Tiap pagi saya berolahraga selama 45 menit,” ungkapnya.

Karier Halimah dimulai pada 1978 saat bergabung dengan Kongres Serikat Perdagangan Nasional. Di gerakan buruh itu dia bergonta-ganti posisi hingga akhirnya menjadi wakil sekretaris jenderal. Halimah terjun ke dunia politik pada 2001 dengan menjadi anggota partai berkuasa, Partai Aksi Rakyat. Ia terpilih menjadi anggota parlemen dalam empat kali pemilu sebelum akhirnya terpilih menjadi ketua parlemen. Selama bertahun-tahun, ia vokal memperjuangkan hak-hak perempuan, warga lanjut usia, dan kesehatan mental. Keputusan untuk maju sebagai kandidat presiden tidak mudah.

Anakanaknya sempat keberatan jika harus menjadi perhatian publik. Namun, setelah berdiskusi, mereka akhirnya mendukung sang ibu. Kini, Halimah akan menjalani peran sebagai kepala negara perempuan pertama di Singapura, dan melayani semua etnis di negara tersebut. ”Mungkin jalannya proses pemilihan presiden sudah ditentukan, tapi saya adalah presiden untuk semua golongan, untuk semua masyarakat, terlepas dari suku dan agama mereka,” tandasnya.( Nurul Muttaqin-67)