14 September 2017 | Solo Metro

Kantor Kusuma Wandawa Diminta Dibuka Kembali

SOLO- Para perwakilan pengurus trah Sinuhun Amangkurat Agung sampai Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII bersepakat untuk mendesak agar Sinuhun PB XIII segera membuka kembali kantor Pengageng Kusuma Wandawa atau Kantor Kasentanan.

Selain bukan berada di bawah subordinasi Sinuhun alias mandiri, kantor yang mengurusi pencatatan administratif trah keturunan PB dan punya tugas serta fungsi penasihat raja itu tidak ada sangkut-pautnya dengan persoalan terakhir di Keraton Surakarta yang kini belum juga mendapatkan kesepakatan bulat untuk kembali terbuka menjalankan tugas dan fungsinya seperti sediakala. ”Sehubungan dengan hal tersebut, kami yang mewakili trah Sinuhun Amangkurat Agung hingga PB XIII, memohon kepada pihak yang berwenang untuk segera membuka kembali Kantor Kusuma Wandawa. Kantor itu tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah terakhir di keraton,” tegas KPH Satryo Hadinagoro menggarisbawahi pernyataan sikap yang dibacakan KPAP dr Rahadian Nitiadiningrat, dalam konferensi pers yang berlangsung di Ndalem Kayonan, Baluwarti, kemarin.

Hampir semua pengurus trah Sinuhun Amangkurat Agung hingga PB XIII hadir terwakili, kecuali trah Sinuhun PB VIII yang minta izin karena rata-rata tinggal di luar kota yang cukup jauh. Sedang KPAP dr Rahadian yang membaca pernyataan sikap berisi delapan poin itu, adalah pengurus trah Sinuhun Amangkurat Agung yang makamnya berada di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Tugas dan Fungsi

Dalam konferensi pers itu, selain KPH Satryo Hadinagoro dari keluarga trah PB XII, ada KPAWinarno Kusumo dan GKR Wandansari Koes Moertijah yang ikut memberi penjelasan menjawab pertanyaan wartawan, karena persoalan desakan meminta dibukanya kembali Kantor Kusuma Wandawa, dalam tanyajawab melebar sampai ke persoalan rekonsiliasi dan soal UPT pengelola keraton yang kini disiapkan pemerintah.

Antara rekonsiliasi dan UPT adalah dua hal terpisah, tetapi menjadi berurutan ketika berkait dengan pemerintah yang sudah siap untuk membantu keraton dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pelestarian budaya Jawa seperti kawasan cagar budaya sesuai UU Cagar Budaya no 11/2010. ”Jadi, yang berkait dengan tugas dan fungsi keraton secara adat, seperti yang diinginkan para perwakilan trah itu, yaitu agar Sinuhun membuka kembali Kantor Kusuma Wandawa. Apalagi, akan segera datang jadwal kirab pusaka 1 Sura yang sudah matang disiapkan bersama Pemkot Surakarta. Ini perlu segera dijawab,” pinta GKR Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng selaku pengurus trah PB XII.

Menjawab pertanyaan yang berkait dengan UPT, Gusti Moeng hanya mendapat kabar bahwa rapat koordinasi terus diadakan antara pemerintah yang menunjuk Wantimpres Subagyo, Kemendagri, Kemenpar dan Kemendikbud sesuai bidangnya dengan keraton yang diwakili Sinuhun bersama Tim Lima. Termasuk rapat yang kemarin berlangsung di Jakarta atas undangan Wantimpres dengan Sinuhun yang seharusnya dihadiri pula oleh Tim Lima, guna mempercepat proses beroperasinya UPT di keraton yang notabener mempercepat dibukanya kembali seluruh aktivitas perkantoran di keraton. ”Tetapi, Tim Lima yang merupakan perwakilan keluarga lima istri Sinuhun PB XII, belum berhasil bertemu Sinuhun PB XIII. Jadi, tim ini tidak berangkat ke Jakarta karena tidak punya bekal materi untuk dibicarakan dalam rapat. Sinuhun tidak ada di tempat katanya pamit menjalani terapi. Begitulah persoalannya,” papar koreografer penerima pebngargaan The Culture Fukuoka Prize Award dari Jepang 2012 itu.(won-20)