14 September 2017 | Suara Kedu

Tujuh Pelaku Pembunuhan Ditangkap

  • Penemuan Mayat di Hutan Karet

TEMANGGUNG- Misteri penemuan mayat pria tak dikenal yang ditemukan di hutan karet Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen akhirnya terungkap. Mayat diketahui bernama Sugeng Raharjo (35), warga Kelurahan Klidang Lor, Batang. Polisi juga bisa menangkap tujuh pelaku yang satu diantaranya adalah perempuan.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, tujuh pelaku itu adalah Dewi warga Klidang, Batang, enam lainnya merupakan warga Boja, Kendal, yakni Wisnu, Kuncoro, Aris, Fajar, Sunarto, dan Didit. Mereka ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan. “Otak pembunuhan ini dari pengakuan sementara adalah Dewi dan Wisnu, karena dendam dan kecemburuan.

Bahkan Dewi sampai menjual barang senilai Rp 4,5 juta untuk membayar para pelaku, ada yang dapat Rp 600 ribu, Rp 500 ribu, dan Rp 150 ribu sesuai peran masingmasing,’’ ujarnya Rabu (13/9). Sebelumnya pada Sabtu (9/9), warga Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen digegerkan oleh penemuan mayat laki-laki di hutan karet. Sejak saat itu polisi langsung bergerak guna memecahkan kasus tersebut. Identitas korban dapat terlacak atas nama Sugeng Raharjo. Setidaknya 10 saksi dimintai keterangan hingga akhirnya dapat disimpulkan tujuh orang pelaku. “Uniknya lagi kami dapat menemukan kancing baju korban di Rumah Makan Durenjati, Kaliwungu, Kendal. Barang bukti tersebut cukup sebagai petunjuk mengungkap kasus ini, di samping menggunakan TI dan berkoordinasi dengan jajaran Polda Jateng,” katanya.

Biaya Pengobatan

Usai menanyai saksi-saksi polisi dari Jajaran Satreskrim yang dibagi menjadi beberapa tim pada Selasa (12/9) malam langsung bergerak mengamankan tujuh orang pelaku. Semua pelaku akhirnya bisa ditangkap hingga Rabu (13/9) dini hari.

Berdasarkan keterangan para pelaku, motif dari pembunuhan ini karena adanya anggapan utang piutang. Awal mula perkenalan Dewi dengan Sugeng adalah pertemuan antara pasien dengan paranormal. Dewi menderita sakit perut lalu berobat kepada Sugeng dan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp 150 juta, akan tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. “Dewi sudah keluar biaya Rp 150 juta untuk membayar korban tapi penykitnya tak kunjung sembuh. Antara Dewi dengan Wisnu juga ada hubungan, nah di sini Wisnu juga menaruh cemburu terhadap Sugeng. Lalu mengajak teman-temannya yang masih satu daerah untuk membunuh Sugeng. Kami masih dalami di mana pelaku dianiaya, tapi yang jelas dia dijerat dengan tali warna biru pada bagian leher dan leher ditusuk dengan gunting,” terangnya.

Saat ini polisi telah berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa gunting, tali, karung, mobil Daihatsu Xenia warna putih milik rental, sepeda motor Yamaha Mio. Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup.(K41-26)