14 September 2017 | Suara Pantura

Gadis Ditemukan Tewas Dibunuh

  • Pelaku Ditangkap

PEMALANG- Gadis di bawah umur SN (15), pelajar di sebuah SMP di Pemalang, dan warga di Kecamatan Bodeh, Pemalang ditemukan tewas di kebun jagung di desanya pada pukul 16.00, Selasa (12/9). Korban diduga dibunuh oleh pelaku yang tak lain tetangganya sendiri yang juga masih di bawah umur, MA (16). Korban ditemukan penduduk setempat masih mengenakan seragam sekolah.

Disamping mayat juga ditemukan tas sekolah korban dan sandal milik pelaku. Dari sandal itu dalam waktu singkat 30 menit, pelaku bisa ditangkap oleh tim Reskrim Polres Pemalang Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan HP saat menggelar kasus tersebut di Mapolres Pemalang, Rabu (13/9) menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena pelaku diam-diam menaruh hati pada korban. Pada hari nahas itu korban pulang sekolah sendirian diadang di tengah jalan, tepatnya di sebuah kebun jagung.

Menurut Kapolres yang didampingi Kasatreskrim AKPAkhwan Nadzirin dan Kasubag Humas AKP Liestyowati, pengakuan tersangka kepada polisi, saat itu ia mengajak korban ke tengah kebun jagung dan hendak diperkosa. Tapi SN berusaha berontak saat MA hendak memperkosanya, sehingga korban dicekik. Ketika itu korban sempat berteriak- teriak minta tolong, tapi tidak ada yang mendengar karena tertelan suara musik dangdut yang saat itu sedang ada tontonan. Korban sempat pula menjambak dan mencakar pelaku.

Takut Ketahuan

Karena kesal dan takut ketahuan, pelaku mencekik korban menggunakan kerudung yang dipakainya hingga meninggal. Mengetahui korban telah meninggal, pelaku lalu menyeret tubuh korban ke parit yang berada di tengah-tengah kebun. Kemudian menutupnya dengan daun pisang. Pelaku kemudian meninggalkan tempat tersebut. Mayat korban ditemukan oleh orang yang kebetulan lewat di kebun jagung pada pukul 14.00.

Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan ke polisi. Tim Reserse Polres Pemalang langsung bergerak mengadakan olah TKP. Kemudian ditemukan sepasang sandal yang diduga milik pelaku. Sandal itulah yang mengantarkan Kasat Reskrim AKP Akhwan menemukan pelakunya dalam waktu singkat setelah mayat ditemukan. Pelaku ditangkap di rumahnya sedang pura-pura tidur. Ia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun.(sf- 15)