14 September 2017 | Suara Banyumas

KIYE LAKONE

Penjaga Ketahanan Pangan

PERTANIANmerupakan sektor pembangunan yang sangat erat dengan kehidupan manusia dan makhluk hidup di muka bumi. Meski banyak kelompok masyarakat yang memandang sebelah mata, diakui ataupun tidak, kelangsungan hidup peradaban manusia ditentukan oleh sektor pertanian.

”Sektor pertanian menyediakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia, terutama pangan,”kata Dyah Susanti SP MP dosen, peneliti pada Puslit Padi dan Kedelai Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsoed,Purwokerto Ketahanan pangan juga menjadi penentu kekuatan suatu bangsa. Jika suatu bangsa tidak mampu menyediakan kebutuhan pangannya sendiri. Maka bangsa tersebut tidak akan mampu berdaulat atas dirinya sendiri, karena ketergantungannya terhadap bangsa lain,îujarnya, kemarin.

Dyah sebagai dosen di Fakultas Pertanian Unsoed tergerak untuk terus berkarya di bidang pertanian. Pemuliaan tanaman sebagai bidang keahliannya, memberikan tantangan dan peluang untuk berkontribusi nyata bagi dunia pertanian melalui perakitan varietas unggul tanaman.

Saat ini dia sedang melakukan perakitan dan pengembangan beberapa varietas unggul, satu diantaranya padi gogo genjah dalam upaya pemenuhan pangan dan gizi masyarakat. Padi ini diharapkan mampu membantu petani lahan kering agar dapat panen dua kali dalam satu periode musim hujan. Pagi gogo genjah terus dikembangkan dan disempurnakan. Saat ini dilaboratorium penelitian lapangan, ada dua galur protein tinggi Unsoed PK 7 dan Unsoed PK 15.

Padi ini dihasilkan dari riset bersama tim yaitu Prof Ir Totok Agung Dwi Haryanto MP PhD dan Agus Riyanto SP Msi. Padi gogo genjah telah mendapatkan sertifikat pendaftaran Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Departemen Pertanian, dan terseleksi sebagai salah satu inovasi terbaik Indonesia tahun ini, sehingga masuk dalam buku 109 Inovasi Indonesia tahun 2017.

îKita ingin menghasilkan padi yang lebih baik, karena itu kita kembangkan terus,îujarnya. Sebagai peneliti, Dyah tergabung dalam tim peneliti Konsorsium Padi Nasional, kerja sama penelitian Unsoed-Salim Group. Juga menjadi anggota tim peneliti program percontohan pengembangan pertanian terpadu Unsoed-Bank Indonesia.

Sebagai peneliti padi yang sering terjun ke sawah dan ladang, bagi Dyah merupakan tantangan tersendiri dalam hidupnya. Dia sering pergi ke pelosok nusantara dari Sumatera hingga Papua. Juga sering mendatangi wilayah-wilayah perbatasan. Hasil penelitian dan risetnya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional. Bagi Dyah, keseimbangan peran sebagai ibu dalam rumah tangga dan peran di ranah publik menjadi hal yang penting baginya.

Kerja sama tim yang adil dalam berbagi aktivitas, pengkondisian, penanaman pemahaman tanggung jawab sejak dini kepada anakanak. Juga berbagi peran dengan suami menjadi kunci dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu, istri, dosen, pekerja sosial, dan peneliti. ìSaya ingin tetap dapat berperan dalam pembangunan pertanian tanpa meninggalkan kodrat utamanya sebagai seorang muslimah,îujar wanita kelahiran Tegal, 26 Desember 1977. (Khoerudin Islam-19)