14 September 2017 | Suara Banyumas

Tunda Pekerjaan, Lima Pelaksana Proyek Ditegur

BANJARNEGARA- Pemkab Banjarnegara memberikan teguran kepada lima pelaksana kegiatan pembangunan jalan yang pelaksanaan kegiatannya tidak sesuai dengan jadwal. Pelaksana kegiatan tersebut dinilai menunda pekerjaan sehingga progres pembangunan jalan tidak sesuai dengan target awal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Tatag Rochyadi, mengatakan, setelah diberikan teguran, pelaksana kegiatan langsung merespon dengan melakukan perbaikan pekerjaan. "Bahkan ada yang saat ini sudah menyelesaikan pekerjaannya, sebelum deadline waktu pengerjaan," ujar dia.

Lebih jauh ia menjelaskan, pemkab memberikan teguran karena pelaksana kegiatan dinilai tidak bisa melakukan kewajibannya seperti yang sudah ada di dalam surat dokumen kerja. Di dalam dokumen tersebut sudah dijelaskan ada tahapan atau progres penyelesaian pekerjaan yang harus dipenuhi oleh pelaksana kegiatan. Dan secara berkala, pihaknya juga melakukan rapat internal pimpinan untuk melihat sejauhmana perkembangan proyek pembangunan.

Evaluasi

Bila ada selisih standar deviasi antara target dan realisasi pekerjaan, maka akan dievaluasi. Dengan demikian pekerjaan selalu terukur perkembangannya. "Jika memang tidak sanggup memperbaiki pekerjaan, maka akan kami tawarkan untuk dipihakketigakan," lanjutnya. Pihaknya juga melakukan pengawasan ekstra kepada pelaksana kegiatan. Secara rutin laporan perkembangan proyek kegiatan diinformasikan kepadanya.

Bupati Budhi Sarwono, memberikan perhatian khusus terhadap proyek pekerjaan jalan yang mengalami masalah seperti ini. Karena hal itu dapat berpotensi pada molornya kegiatan. Sehingga dari awal ia memberikan perhatian khusus. "Kalau memang tidak sanggup, lebih baik dipihakketigakan. Daripada pekerjaan tidak selesai dan merugikan masyarakat," ujar dia.

Dijelaskannya, ia sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan pemanggilan terhadap pelaksana kegiatan tersebut. Selain itu ia juga menginstruksikan untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pihak pelaksana kegiatan. Pelaksana kegiatan juga diminta untuk tidak menunda pekerjaan. Jangan sampai mepet di akhir-akhir batas waktu kegiatan selesai.

Dinas terkait juga diminta berani tegas kepada pelaksaan proyek fisik, dan meminta agar pelaksana proyek fisik tepat waktu, dan tepat mutu. "Dinas jangan menerima hasil kerja rekanan yang asal jadi atau tidak baik. Kualitas proyek sangat penting. Untuk itu, hasil pekerjaan rekanan harus benar-benar diperhatikan," tegasnya.(J3-19)