14 September 2017 | Semarang Metro

Keindahan Makanan dalam Karya Foto

SEMARANG- Olahan makanan dengan nama: prawn toast, ayam sambal setan, Tuti Fruti Punch, siomay, matau, matau goreng, es pelangi, ayam goreng madu, chocolato truffle, menjadi objek bidikan para peserta pelatihan ”Food Photography” di Hotel Quest Hotel Semarang. Fotografer profesional dari Solo, Jimboeng memandu para peserta untuk mencari sudut pandang terbaik di makanan. Menu makanan tersebut adalah hasil olahan juru masak Hotel Quest.

Penataan makanan menjadi unsur utama keindahan dalam memotretnya. ”Perkembangan dunia kuliner semakin tinggi dan kompetisi bisnis di industri makanan semakin ketat. Hal ini mendorong para juru masak dan pemilik gerai makanan adu kreativitas. Di sini peran foto sebagai presentasi menyampaikan pesan dan cita rasa makanan,” kata Jimboeng.

Kebutuhan Penting

Dia menjelaskan, foto makanan yang menarik menjadi kebutuhan penting untuk menunjang promosi. Di samping itu, semakin populer media sosial mendorong kaum urban untuk memiliki hobi baru, salah satunya memotret makanan. ”Saat ini, memotret makanan juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” ungkapnya.

Memotret makanan, kata dia, diperlukan teknik yang tepat. Pelatihan membahas mulai sisi teknik pengambilan gambar, pencahayaan, hingga penataan makanan. Karena itu tekstur asli makanan bisa terlihat di kamera. Peserta terdiri atas public relations, marcomm, desainer grafis, pemilik resto, komunitas. Mereka praktik langsung memotret foto makanan dipandu Jimboeng. ”Foto sebagai penunjang promosi bisa berdampak pada kunjungan tamu.” Menurutnya, bagi penggemar fotografi yang hasil fotonya diunggah di media sosial miliknya akan mendapatkan respons dari pengikutnya.

Pemilik studio Jimboeng Photography mengajari teknik memotret dasar yang yang mudah dipelajari. General Manager Quest Hotel Semarang, Wahyu Setyo Budiwan, menuturkan pihaknya ingin turut memberikan rangsangan terhadap perkembangan industri kreatif, khususnya industri makanan. ”Ide segar harus didukung promosi yang baik. Inovasi harus dilakukan supaya tetap dimintasi masyarakat,” terang Wahyu.(akv- 38)