14 September 2017 | Semarang Metro

Penerapan Tilang dari Pantauan CCTV Didukung

  • Broadcast Hoax Menyebar

SEMARANG- Penerapan denda tilang setelah melihat pelanggaran lalu lintas dari CCTVyang tergabung dalam sistem Area Traffic Control System (ATCS), mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di Surabaya, sistem ini sudah diberlakukan. Pengamat Transportasi dari Unika Soegijopranata, Djoko Setijowarno menuturkan, sistem ini sudah lazim diterapkan di negara lain, seperti Singapura dan Jepang.

Bahkan di dua negara tersebut sudah menerapkan sistem itu sejak belasan tahun lalu. Tujuannya untuk memudahkan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Selain agar tidak banyak petugas yang berjaga, datanya juga lebih valid. Terkait kapan bisa diterapkan di Kota Semarang, menurutnya, tergantung kesepakatan antara Dinas Perhubungan dengan kepolisian, dalam hal ini Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang. Sebab, kewenangan menindak pelanggar lalu lintas adalah polisi. ”Kemudian menyiapkan sistem hukumnya. Bagaimana mekanismenya setelah terjadi pelanggaran. Pastinya, saat diterapkan akan membantu tugas polisi lalu lintas. Tidak perlu lagi banyak petugas tiap hari di lapangan, kecuali ada hal penting dan genting,” tambah Djoko, kemarin.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto juga mendukung program ini. Namun, karena sesuatu yang baru, perlu disampaikan sosialisasi jauh-jauh hari sebelum penerapan. Dengan begitu, masyarakat tidak kaget lagi dengan sistem baru tersebut. Mekanismenya, juga perlu diatur. Misalnya, denda tilang dibayarkan saat mengurus pajak. Namun, terlebih dulu, pemilik kendaraan diberi pemberitahuan melalui surat. Bukti foto atau rekaman juga wajib disampaikan kepada pelanggar agar tidak terjadi komplain. ”Bila sudah diterapkan, mau tidak mau, masyarakat harus mengikutinya. Ini untuk penataan lalu lintas, dan meminimalisasi terjadinya kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, lebih dulu, pelanggar perlu diberikan peringatan, melalui pengeras suara di masing-masing ATCS,” tambah Wachid.

Berita Hoax

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menambahkan, sebagai upaya mengurangi pelanggaran lalu lintas yang berdampak kemacetan, sudah saatnya Semarang melakukan terobosan. Hal-hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat, yakni bentuk-bentuk pelanggaran, tarif denda, mekanisme pembayaran, menyiapkan data pelat nomor. Tidak kalah penting, imbuhnya, koordinasi intensif antara Dishub Semarang dan Polrestabes Semarang, untuk menyusun tahapan menuju pelaksanaan e-tilang. Pelaksanaanya, harus sesegera mungkin, dengan didahului sosialisasi kepada masyarakat. ”Langkah ini bisa meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Namun, perlu waktu yang panjang untuk penyesuaian di masyarakat,” tandas Suharsono.

Sementara itu, di tengah persiapan pelaksanaan tilang CCTV, broadcash hoax tentang uji coba tilang CCTV beredar. Bila sebelumnya disebut uji coba akan dilakukan Senin (11/9), kini diujicobakan pada Rabu (18/9). Adapun titik ATCS yang diberlakukan, yakni di Jl Ahmad Yani, Jl Gajahmada, Jl Pahlawan, Jl Pandanaran, dan Jl Pemuda. Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Ambar Prasetyo mengatakan, informasi tersebut tidak benar.

Saat ini, masih dalam tahap pengkajian dan belum ditentukan jadwal untuk uji coba tilang CCTV. ”Ke depan akan diterapkan, namun kami belum menentukan waktunya. Meski demikian, tetap berhati-hati saat berlalu lintas. Gunakan alat keselamatan yang lengkap, mematuhi rambu dan aturan yang ada. Tidak lain, untuk keselamatan diri sendiri,” ujar Ambar.(K18, fri-57)