14 September 2017 | Ekonomi - Bisniss

Muhammadiyah Ditantang Masuk Pasar Modal

BANDUNG- Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyarankan Muhammadiyah berani melakukan terobosan dalam mengoptimalkan pelayanannya terhadap masyarakat dengan memanfaatkan potensi perguruan tinggi dan rumah sakitnya.

Bahkan dari langkah itu, katanya ormas tersebut bisa mencatatkan aktivitasnya di pasar modal. Hal tersebut dilontarkan Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam Rakernas Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan dan Silaturahim Kerja Nasional Saudagar Muhammadiyah di Bandung, Rabu (13/9) kemarin. “Kenapa Muhammadiyah tak memunculkan jasa asuransi pendidikan dan kesehatan.

Model bisnisnya bisa dengan men-korporasikan PTdan RS-nya. Yang tak mampu tetap dijaga (perhatiannya),” katanya. Dengan perbaikan dan penyiapan yang matang di antaranya mempertimbangkan revenue generating activities dan coprorate governance, jelas Sri Mulyani bisa menjadi pijakan penting bagi Muhammadiyah. “Bisa listing di capital market, PT dan RS bisa menjadi holding-nya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengritik rencana pengembangan bisnis Muhammadiyah yang ingin membangun mal di masa depan. Menurut dia, rencana tersebut tak prospektif. “Itu industri sunset, kecuali Muhammadiyah mempunyai ide dalam penggunaannya, mal lesu karena masyarakat sudah beralih ke belanja onlinr yang menawarkan kemudahan,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua MEK Muhammadiyah, M Najikh menyatakan bahwa pihaknya akan mensinergikan potensi usaha organisasi. Mereka akan membentuk badan usaha milik Muhammadiyah. Langkahnya di antaranya membangun mal. “ Ini untuk memperkuat jejaring bisnis, sekaligus meningkatkan peran saudagar Muhammadiyah,” tandasnya.( dwi-74)

Berita Lainnya