13 September 2017 | Hello Kampus

Sukses Atasi Sindrom Homesick

HIDUPdi negara asing acap membuat seseorang mengalami sindrom homesick atau kangen kampung halaman. Namun, kondisi psikologis itu mampu diatasi dengan sukses oleh Wang Hsin-Ying, warga negara Taiwan yang kini menghirup panasnya udara Kota Semarang. Ya, Wang Hsin selama beberapa waktu ini memilih Indonesia sebagai tempat mukim sementara. Dia bahkan mulai akrab dengan deru debu di seputar Kampus Undip Tembalang, Semarang.

Kendati demikian dia mengaku kuliah Kota Lunpia tetap merasa nyaman. ”Saya memilih menekuni ilmu manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Jarak ribuan kilometer pun saya tempuh setelah mendengar reputasi kampus ini bagus,” tutur Wang Hsin saat ditemui di Kantor Urusan Internasional (KUI) atau International Office (IO) di Undip, kemarin.

Dia mengaku, meski berbeda iklim dengan di negaranya, suasana Kota Semarang tetap menyenangkan. Dia menilai toleransi di antara warga Kota Semarang patut diacungi jempol. Walhasil, dia tak merasa terlalu ingin pulang ke negara asalnya. Selain itu, Wang Hsin juga mengaku tidak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan.

”Mereka (warga Semarang-Red) seperti mendapat keluarga baru, sikap ramah tamah ditunjukkan semua orang,” ungkap dia. Gadis bertubuh semampai ini menyatakan akan menjadikan Undip sebagai almamater yang sesungguhnya. Dia mengaku siap mendarmabaktikan ilmu dan pengetahuan yang diterima selama di bangku kuliah.

”Saya juga rajin ke perpustakaan kampus. Kami juga banyak berdiskusi dengan lebih banyak sahabat di tempat ini. Kalau boleh dibilang Indonesia, Semarang, Undip, wow... amazing,” tuturnya. Gadis berperangai kalem ini juga mulai akrab dengan persoalan kuliner.

Berbagai masakan yang tidak biasa dijumpai di negaranya telah dia santap. Kini lidahnya tidak terlalu kelu saat harus berhadapan dengan menu nasi goreng, sambal goreng, atau sate ayam. ”Saya pun menyukai kesenian dan budaya tradisional penduduk Indonesia. Batik, keris, wayang, dan lainnya menunjukkan betapa warisan mahal peninggalan zaman dulu bangsa ini yang harus tetap dijaga,” katanya.(55)