13 September 2017 | Hukum

Dirjen Hubla Sebut Uang Suap dari Tuhan

  • Korupsi Pengerukan Tanjung Emas

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua tersangka kasus suap proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah, yakni Komisaris PT AGK Adiputra Kurniawan dan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Antonius Tonny Budiono. Adiputra diperiksa sebagai tersangka, sementara Tonny diperiksa sebagai saksi untuk Adiputra. ‘’ATB diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK,” ujar Juru Bicara KPK.

Setelah menjalani pemerikaan, Tonny menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan. Namun jawaban yang diberikan sedikit nyeleneh. Ketika ditanya darimana saja Rp 20 miliar yang ada dimilikinya, dia menjawab uang tersebut berasal dari Tuhan. ‘’Duit dari Tuhan,’’kata Tonny. Dia juga membantah telah menerima uang dari beberapa kepala pelabuhan. “Tidak ada. Syahbandar dari langit,” imbuhnya.

Jawaban Bercanda

Ditanya soal materi pemeriksaan, Tonny kembali menjawab dengan candaan. ‘’Tentang dunia akhirat,’’tuturnya. Kasus itu bermula ketika KPK melakukan menggelar operasi tangkap tangan, Rabu (23/8) dan Kamis (24/8). OTT terkait dengan kasus dugaan korupsi perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) Tahun Anggaran 2016- 2017. Dalam OTT, KPK menyita 33 tas berisi uang dalam pecahan rupiah, dolar AS, poundsterling, euro, ringgit Malaysia, senilai total Rp 18,9 miliar tunai dan dalam rekening Bank Mandiri terdapat sisa salso Rp 1,174 miliar. Total uang yang ditemukan di rumah Tonny Rp 20 miliar.

Diduga, uang dalam ATM tersebut merupakan pemberian Adiputra kepada Antonius Tonny terkait dengan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah. KPK menyimpulkan, ada dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan dan pengadaan proyek barang dan jasa di lingkungan Dirjen Perhubungan Laut TA2016-2017 yang dilakukan Antonius Tonny Budiono selaku Dirjen Perhubungan Laut.(K32-50)