image

Foto: suaramerdeka.com / Jati Prihatnomo

11 Oktober 2017 | 20:19 WIB | Liga Indonesia - Nasional

Mental Juara Jadi Penentu Kelolosan PSIS

MAGELANG, suaramerdeka.com -Kemenangan PSIS Semarang atas Persibat Batang dengan skor 3-0 di laga pamungkas Grup B babak 16 besar Liga 2 Rabu (11/10) petang, menunjukkan mental juara skuad asuhan Subangkit.

Laskar Mahesa Jenar mampu bangkit usai kalah 1-3 dari PSMS Medan di pertandingan kelima di Stadion Teladan Medan, Sabtu (7/10) kemarin. Apalagi tim ini tanpa diperkuat kapten Hadui Abdillah yang terkena hukuman larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning dan striker Hari Nur yang menjalani satu sisa hukuman dari Komisi Disiplin PSSI dari tiga laga larangan yang didapat.

Gol-gol PSIS dicetak Taufik Hidayat di menit ke-36, Rio Saputra di menit ke-47, dan Erik Dwi di menit ke-58. di menit-menit akhir pertandingan cuaca berubah. Dari semula cerah lalu turun hujan mengguyur lapangan mulai menit ke-75.Pelatih PSIS Subangkit juga mengatakan, laga penentu dua tiket kelolosan ke babak delapan besar ini berjalan ketat. Subangkit menyebut permainan sayap Banteng Alas Roban cukup merepotkan timnya.

''Persibat tim bagus tapi pemain kami mampu meredam serangan mereka. Kesabaran dan kedisiplinan pemain jadi salah satu kuncinya. Secara keseluruhan permainan tim selama babak delapan besar ini ada peningkatan. Namun masih ada evaluasi di semua lini agar bisa berbicara banyak di babak selanjutnya,'' ujar Subangkit terpisah.

Keunggulan mental tuan rumah ini diakui Asisten Pelatih Persibat, Abdul Mungin usai laga. Dia mengatakan tiga gol PSIS membuat skuad asuhan Daniel Roekito kepayahan. Apalagi gol yang dicetak Honi Makrufan di menit ke-37 dianulir wasit Kuspriyanto karena dinilai terperangkapoffside.

"Gol pertama PSIS terjadi karena ketidaksiapan pemain kami menghalau sepakan bebas dari pemain lawan. Ini membuat pemain terbebani. Lalu ditambah semenit kemudian gol kami dianulir. Saya merasa ini cukup kontroversial karena gol cukup cantik tercipta. Keputusan wasit ini membuat mental pemain kami tambahdown,'' ungkap Abdul Mungin.

Hal ini terlihat di babak kedua. Pertandingan baru berjalan dua menit gawang Persibat yang dijaga Janurwanda kebobolan lewat skema bola mati PSIS. Sembilan menit berselang gol ketiga PSIS tercipta karena kelengahan barisan belakang Persibat.

''Pertandingan berjalan menarik sejak awal. Namun pemain kami mudah lengah dan mental mereka kalah dari lawan karena gol PSIS dan keputusan wasit menganulir gol. Padahal kami hanya butuh menang minimal 1-0 di awal laga. Meski begitu saya ucapkan selamat untuk PSIS yang lolos babak delapan besar,'' tandas Abdul Mungin.

(M Alfi Makhsun /SMNetwork /CN26 )