image

Foto: suaramerdeka.com / dok

14 September 2017 | 09:27 WIB | Semarang Metro

Rumah Zakat Adakan Bimbel Bahasa Inggris Gratis

  • Gandeng Lulusan S2 Universitas India

SALATIGA, suaramerdeka.com- Fasilitator atau Relawan Inspirasi Desa Berdaya Rumah Zakat Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti kembali menginisiasi program senyum juara. Dengan menggandeng dosen IAIN Salatiga lulusan S2 dari Universitas India, Rabu (14/9) Rumah Zakat menyelenggarakan bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis. Bimbingan belajar ini diikuti puluhan anak-anak usia sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Dwi Pujiyanto, fasilitator desa berdaya Rumah Zakat mengatakan bahwa program senyum juara ini diselenggarakan mengingat kebutuhan masyarakat yang tinggi tentang bimbingan belajar Bahasa Inggris bagi anak-anaknya. Hampir seluruh anak usia sekolah di wilayah RW 09 mengikuti bimbingan belajar di luar atau ada yang les privat. Ia berharap dengan adanya program ini dapat membantu anak usia sekolah meningkatkan *skill* bahasa inggrisnya.

“Hampir seluruh anak usia sekolah di RW 09 mengikuti bimbingan belajar di luar. Banyak juga yang les privat. Ini artinya kebutuhan masyarakat mengenai bimbingan belajar bagi anak-anaknya sangat tinggi. Oleh karenanya, kami fasilitator desa berdaya Rumah Zakat menginisiasi program bimbingan belajar gratis agar membantu meningkatkan *skill* bahasa inggris anak-anak di sini,” kata Dwi Pujiyanto.

Bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis ini diselenggarakan setiap hari Rabu sore pukul 16.00-17.15 di rumah fasilitator Rumah Zakat Jalan Sumantri Raya No. 14 RT 03 RW 09 Perum Griya Dukuh Asri Salatiga. Tentor bimbingan belajar ini bekerja sama dengan dosen Bahas Inggris dari IAIN Salatiga, Muhammad Hasbi. Pria yang masih single itu merupakan lulusan S2 dari Universitas di India, EFL University, Hyderabad. Ia mengaku senang berkesempatan membimbing anak-anak usia SMP dan SMA untuk belajar bahasa Inggris.

I am very happy, Saya sangat senang bisa belajar bahasa inggris dengan adik-adik. Sejak dulu memang cita-cita saya menjadi guru atau dosen. Karena dengan menjadi dosen, saya tidak hanya mendapatkan upah melainkan saya bisa memberikan ilmu kepada banyak orang dan itu investasi akhirat yang luar biasa,” kata Muhammad Hasbi memberikan motivasi kepada peserta bimbel.

Ia menambahkan dalam belajar bahasa inggris tidak boleh malu. Jangan takut salah. Karena kita akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita. Orang yang sukses pasti pernah bahkan sering berbuat salah. Maka salah dalam mengucapkan, menulis, atau membaca salah dalam bahasa inggris itu tidak menjadi masalah. Karena itu tahapan belajar kita menujumasterBahasa Inggris.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )