image

PELANTIKAN MASSAL: Ketua DPC PPP Kabupaten Wonogiri, Haryoto (kanan), melakukan pelantikan massal pengurus PAC PPP se Dapil III. Acara ini digelar di gedung pertemuan Laras Kecamatan Slogohimo, Wonogiri. (suaramerdeka.com / Bambang Purnomo)

14 September 2017 | 07:39 WIB | Solo Metro

Berjuang Jangan Diartikan Beras, Baju dan Uang

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Berjuang jangan diartikan sekadar untuk mendapatkan BERas, baJU dan uANG. Tapi harus didasari pemilikan sikap idealisme, berperilaku jujur, dapat dipercaya, mampu beramar makhruf nahi munkar, pandai menggalang massa, demi tujuan membangun dan mengembangsuburkan partai.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri, Haryoto, Rabu (13/9), saat melakakukan pelantikan massal Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP se Daerah Pemilihan (Dapil) III. Yakni meliputi PAC Kecamatan Slogohimo, Purwantoro, Kismantoro, Bulukerto dan Puhpelem.

Upacara pelantikan, digelar di gedung pertemuan 'Laras' Kecamatan Slogohimo (45 Kilometer timur Ibukota Kabupaten Wonogiri). Dihadiri pula Sekretaris DPC PPP Wonogiri, Edi Santosa, bersama jajaran pengurus DPC. Ikut hadir memberikan sambutan, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonogiri, Sulardi.

Haryoto yang juga Anggota DPRD Wonogiri, menegaskan, secara internal sesama kader PPP harus saling mengenal, untuk selanjutnya mampu membangun kebersamaan demi kejayaan partai. Sebagaimana diketahui, tandas Haryoto, PPP belakangan ini mengalami 'mati suri.' ''Mengapa sampai mengalami mati suri ?,'' tanya Haryoto.

Itu terjadi, tandas Haryoto, karena sikap dan perilaku para pemimpinnya yang hanya tampil ketika membutuhkan dukungan. ''Mereka mau mendekat kepada para kader di lapis bawah, manakala hanya ketika punya pamrih sesaat. Setelah kehendaknya tercapai, kemudian tega melupakan kembali pengurus yang berada di lapis bawah,'' jelas Haryoto.

Menurut Haryoto, selama para pemimpin PPP hanya bekerja manakala punya pamrih sesaat, jangan harap partai kita dapat berkembang dan jangan mimpi mendapatkan figur pemimpin yang handal.
Tokoh politik yang mantan Kepala Desa (Kades) Glinggang, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, ini berkata: ''Untuk menumbuhsuburkan partai, harus dilakukan langkah konsulidasi pembentukan pengurus sampai ke tingkat bawah, yakni pengurus ranting dan anak ranting.

Seperti di Kecamatan Pracimantoro, ungkap Haryoto, pembentukan kepengurusan partai telah dilakukan sampai ke tingkat anak ranting, per dusun memiliki 6 orang pengurus, sehingga total pengurus se Kecamatan Pracimantoro berjumlah 1.015 orang. Diharapkan, pola Pracimantoro ini, dapat dikembangkan ke kecamatan lain di Kabupaten Wonogiri.

Untuk figur pengurus, tambah Haryoto, pilihlah orang yang pandai menggalang massa. ''Tidak sekadar orang yang hanya pandai baca tulis, tapi tokoh yang mampu menjadi panutan di lingkungannya, dan memiliki skill penggalangan massa,'' pesannya. Hal ini penting untuk langkah membesarkan partai, dan juga untuk mendukung pemenangan jago ketika nanti tampil di Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Bupati (Pilbup) maupun di Pemilihan Presiden (Pilpres).

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN26 )