image

TINJAU UNIT HEMODIALISA: Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, meninjau unit layanan hemodialisa, di RSUD Kajen, Selasa (12/9). (SM/Agus Setiawan)

14 September 2017 | 06:17 WIB | Suara Pantura

Komisi D DPRD Kab Pekalongan Pantau Pelayanan RSUD Kajen

PEKALONGAN, suaramerdeka.com- Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan memantau setiap jengkal ruang dan bentuk pelayanan serta mewancarai pasien apakah mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik, ketika memanfaatkan layanan di RSUD Kajen.

Diawali dengan mendengarkan beberapa program dan bentuk layanan serta skema pembiayaan yang diterapkan di lingkungan RSUD Kajen, para wakil rakyat mencermati secara seksama materi yang disampaikan oleh Manajemen RSUD Kajen maupun Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan.

Usai memperoleh penjelasan, selanjutnya rombongan berkeliling di setiap ruang rumah sakit yang sekarang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat berada di ruang inap, para wakil rakyat itu meminta keterangan dari pasien untuk memastikan apakah benar-benar terlayani dengan baik. Dalam melakukan pantauan keliling ruang di RSUD Kajen mereka (wakil rakyat,red) didampingi Direktur RSUD Kajen dan staf.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, M Kholis Jazuli di sela-sela memantau pelayanan kesehatan di RSUD Kajen mengatakan, hasil pantauan soal pelayanan kesehatan di RSUD Kajen sudah bagus. Apalagi terdapat unit layanan baru, yaitu Unit Hemodialisa. Menurutnya, layanan ini sangat membantu bagi pasien yang membutuhkan cuci darah. "Kami atas nama DPRD Kabupaten Pekalongan mengucapkan terimakasih," kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan untuk ke depannya RSUD Kajen untuk tetap bertahan mengedepankan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat kecil dan meningkatkan pelayanan supaya lebih bagus lagi. "Dari pantauan kami yang masih kurang adalah ruang kelas tiga, dimana sebagai masyarakat Kabupaten Pekalongan banyak menggunakan ruang kelas tiga ini. Untuk itu perlu ditambah," ujarnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Moh Nurkholis menyatakan, sarana-pra sarana di RSUD Kajen sudah update, peralatannya sudah moderen. Meski begitu, dengan anggaran pemerintah daerah sebanyak Rp 21 miliar untuk jaminan kesehatan daerah, pelayanan kesehatannya harus baik.

"Permasalahan yang kami temukan adalah untuk rawat jalan. Hingga jam 12 siang belum teratasi. Untuk itu manajemen RSUD Kajen harus bisa mendisiplinkan para dokternya, supaya pasien tidak terlalu lama menunggu. Untuk obat-obatan pelayanannya agar dipercepat, tapi tidak meninggalkan ketelitian," tandas dia.

Sementara itu, Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan menjelaskan, unit layanan yang baru diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi itu memiliki 10 ruang. Di setiap ruangnya ada satu mesin cuci darah digunakan satu pasien.

RSUD Kajen juga menyiapkan skema pembiayaan gratis melalui dana Lazis yang dikelola Rumah Zakat Indonesia. Apabila asuransi dari pemerintah baik daerah maupun pusat tidak bisa menjangkaunya. "Penjemputan pasien tidak mampu juga kami sediakan gratis," katanya.

(Agus Setiawan /SMNetwork /CN34 )