image

MENCOBA APLIKASI: Dewan juri lomba dari Badan Informasi Geospasial (BIG) pusatmencoba aplikasi e-SINGMANTAP saat melakukan verifikasi lapangan di Jepara, Rabu (13/9). (SM/Sukardi)

14 September 2017 | 05:33 WIB | Suara Muria

Inovasi SINGMANTAP Kabupaten Jepara masuk 6 terbaik nasional

  • BIG Verifikasi Lapangan

JEPARA, suaramerdeka.com- Setelah mengundang 10 terbaik nasional lomba inovasipemanfaatan geospasial Tahun 2017, di kantor pusat di Cibinong, Jawa Baratpekan lalu, Badan Informasi Geospasial (BIG) menetapkan  6 terbaik. Salahsatunya, Kabupaten Jepara yang telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang Menuju Pelayanan Perijinan Prima (SINGMANTAP).

Tim BIG bersama Dewan Juri melakukan vefirikasi lapangan di Kabupaten Jepara, Rabu (13/9). Dewan juri terdiri atas Dr Heri Sutanta, Dr Budi Susetyo, dan Prof Fahmi Anhar, diterima Sekda Jepara Sholih dan Kepala Bappeda Jepara Edy Sujatmiko, di Kantor Bappeda Jepara.

Dalam proses verifikasi lapangan, Kepala Bidang Ekonomi, Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jepara Farikah Elida diminta untuk melakukan simulasi SINGMANTAP dengan melibatkan 16 Organiasi Perangkat daerah(OPD) yang ada di Kabupaten Jepara. Lebih dari dua jam disertai tanya jawab.

Dewan juri juga  melakukan peninjauanlangsung ke lapangan dalam permohonan informasi tata ruang yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebagai salah satu pengguna aplikasi SINGMANTAP. Disana juga dilihat berbagai macam peralatan untuk mendukung inovasi geospasial.

Dr Heri Sutanta juri yang berasal dari PPIDS UGM Yogyakarta mengatakan setelah melalui proses yang cukup panjang, Jepara masuk enam terbaiknasional inovasi geospasial bersama Kota Bandung, Bogor, Manado, Semarang dan Surabaya. “Untuk verifikasi lapangan, baru Kota Semarang dan Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Veridikasi lapangan, paparnya, untuk memperoleh gambaran, bagaimana sistem data tersebut dapat beroperasi dengan baik, termasuk dengan data pendukungnya, apakah sudah sesuai atau belum.  ‘’Termasuk dalam penilaian, adalah nilai manfaat dan kepuasan pengguna atau masyarakat” ujarnya.

Terkait dengan SINGMANTAP, Heri mengaku ada hal yang menarik dalam aplikasi ini. Selain kesederhanaan inovasinya, selain memudahkan dalam pengurusan izin dengan cepat, masyarakat tidak dipungut biaya untuk pemanfaatan aplikasi ini. “Saya sangat mengapresiasi, karena penggunaan SINGMANTAP ini, pemohon tidak dikenai biaya sedikitpun” paparnya.

Setelah melakukan verifikasi lapangan selanjutnya dewan juri akan melakukan pleno dan menetapkan tiga terbaik pemanfaatan inovasi geospasial tahun 2017. “Harapan kami pekan kedua Oktober sudah diumumkan pemenangnya, danuntuk enam terbaik ini akan diundang untuk menerima penghargaan saat ulang tahun BIG 17 Oktober mendatang” terangnya.

(Sukardi /SMNetwork /CN34 )