image

Foto: Istimewa

14 September 2017 | 05:52 WIB | Semarang Metro

Cerita Ganjar tentang Dubes Inggris yang Ketagihan Shalawatan

SEMARANG, suaramerdeka.com- Shalawatan yang biasa dilaksanakan umat Islam di Indonesia ternyata dipandang unik dan dikagumi warga negara asing. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo punya cerita menarik terkait shalawatan ini.

Februari 2016 lalu, Ganjar mendapat tamu Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Duta besar muslim pertama dari negara yang dipimpin Ratu Elisabeth itu datang saat Ganjar tengah menggelar acara Jateng Bershalawat di halaman Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Semarang.

Jateng Bershalawat adalah acara rutin yang diasuh kiai kharismatik asal Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Puluhan ribu sekhermania dipastikan selalu hadir, menyanyikan puji-pujian untuk Nabi Muhhamad SAW. Lengkap dengan kibaran syal dan bendera khasnya.

Rupanya, semangat dan gemuruh sekhermani membuat Moazzam Malik takjub. "Dubes Inggris itu muslim, sama seperti wali kota London. Waktu saya ajak shalawatan bersama Habib Syeikh beliau kaget dan seneng banget, " kata Ganjar saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Jetis, Kecamatan Kutasari, Kebumen, Rabu malam, 13 September 2017.

Tanpa diduga sebelumnya, saat mengikuti lantunan selawat bersama ulama berciri khas syiar dakwah melalui selawat itu, Dubes Inggris tampak kegirangan. Kepada Ganjar, Moazzam Malik tak henti-hentinya mengucapkan keheranan sekaligus senang bukan kepalang melihat suka cita ribuan jamaah melantukan doa dan shalawat.

"Beliau kaget. Katanya pengalaman orang berkumpul bershalawat baru dialaminya di Indonesia. Dia bilang begini, 'kok bisa seperti ini orang banyak bisa berkumpul. Mereka bayar berapa? Karena di Inggris tidak ada'," jelasnya.

Sejak saat itu, Moazzam Malik bahkan kerap menghubungi Ganjar dan ingin diajak bershalawat bersama. Permintaan serupa juga diungkapkan saat keduanya kerap bertemu di suatu acara di Jakarta.

"Dia bahkan pengen diajak lagi. Pernah juga orang Australia juga gedek-gedek (terheran) saya ajak shalawatan. Dia juga heran bukan main, " katanya.

Ganjar berpandangan pengalaman bersama Dubes Inggris itu menunjukkan kuatnya keberagamaan umat muslim Indonesia. Hal itu menjadi kekuatan yang harus dilestarikan sebagai bukti Islam Rahmatan Lil Alamin.

"Saya ikut shalawatan Habis Syeikh awalnya tidak sengaja, ketika bertemu beliau (Habib Syeikh) saya diajak untuk menggelar acara bersama, sejak itu Jateng Bershalawat ada dimana-mana. Terakhir kemarin di Rembang juga penuh, ribuan orang," katanya.

(Achmad Rifki /SMNetwork /CN34 )