image

foto: VOA/dok

14 September 2017 | 04:37 WIB | Mancanegara

Redam Gejolak, Aung San Suu Kyi Tidak Hadiri Sidang Umum PBB

RAKHINE, suaramerdeka.com -Disaat dunia internasional mensorot kekerasan di Rohingya, Pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi telah membatalkan rencananya menghadiri sidang Majelis Umum PBB bulan ini.

Kecaman internasional meningkat terhadap penanganan pemerintah Myanmar yang lambat bertindak terhadap kekerasan di Myanmar barat yang memaksa sekitar 370 ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan, Rabu (13/9), peraih Nobel Perdamaian itu akan tetap berada di Myanmar untuk menangani situasi keamanan yang bergejolak di sana.

Aung San Suu Kyi selama ini dianggap sebagai ikon demokrasi karena penahanannya yang berlangsung puluhan tahun di bawah mantan penguasa militer Myanmar. Namun ketidakpeduliannya terhadap nasib buruk yang dialami Rohingya di negara bagian Rakhine, mengundang kecaman banyak pemerintah dan aktivis HAM, termasuk sejumlah sejawatnya yang pernah meraih Nobel Perdamaian.

Suu Kyi membantah banyak laporan mengenai nasib Rohingya dan menyebutnya berita bohong yang dirancang untuk mendukung kepentingan teroris.

(VOA /CN34 )