image

Rektor UIN Walisongo Prof DR Muhibbin membuka the 5 th ELITE International conference di ruang Ballroom Hotel Pandanaran. (suaramerdeka.com/Yulianto)

13 September 2017 | 20:54 WIB | Semarang Metro

Indonesia Bisa Jadi Imperior dengan Modal SDM dan SDA

SEMARANG, suaramerdeka.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar seminar internasional bertajuk The 5 th ELITE International Conference The News Trends of the 21st Century on Education, Language and Intercultural Studies bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (13/9). Kegiatan seminar internasional yang dihadiri dari UIN se Indonesia tersebut dibuka secara simbolis oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Muhibbin, dengan pemukulan gong didampingi staff Ahli Bidang Hukum Pemkot Semarang. Dalam seminar ini juga menghadirkan keynote speaker, Prof Phil Kamarudin Amin MA, dan pembicara lainnya seperti Dr Hj Like Raskova Octaberlina, general Chief of ELITE,  William Little chief of RELO, dan lainnya.

Dalam materi pertama diberikan kesempatan kepada Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristek Dikti yang mengambil tema Preparing Smart Indonesia for The Bright Future of Indonesia. Dikatakannya, bahwa indonesia adalah bangsa yang besar, dan suatu saat, menurutnya, Indonesia akan menjadi pemimpin dunia.

"Melalui forum ini ingin saya menunjukkan beberapa saat yang akan datang, Indonesia bukan lagi bangsa yang kecil, dan seolah-olah inperior, dari negara-negara Inggris, eropa dan lainnya. Grafik indonesia suatu saat harus menjadi pemimpin dunia. Mengapa? Karena kita punya modal yang komplit, baik itu sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang luar biasa," terangnya.

Memang saat ini, lanjut Didin, bangsa Indonesia masih memiliki permasalahan yang harus diatasi. Seperti korupsi, tawuran, dan tantangan kemiskinan, dan lainnya.

"Itu membuat daya saing rendah bangsa rendah," katanya.

Sehingga, seharusnya hal tersebut bisa diantisipasi dengan pendidikan, menjadikan sumber daya manusia yang unggul. Di mana Indonesia saat ini punya kebanggaan di berbagai event dunia, Indonesia bisa merebut medali emas. Misalnya dari kompetisi robot dan olimpiade science.

"Diharapkan, melalui kegiatan yang bagus ini, bisa melahirkan semacam jurnal ilmiah internasional yang bisa dipublikasikan. Karena semakin banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen, peneliti, maka akan menaikkan kualitas pendidikan," imbuhnya.

Ketua panitia penyelenggara, DR Ikhrom mengatakan, kali ini pihaknya mempresentasikan penelitian dari 143 pembicara. Seperti penelitian pendidikan, bahasa, dan lintas budaya. Bahkan, dari para prmbicara tersebut, pihaknya mengundang 17 keynotespeaker, dan 13 di antaranya dari luar negeri dari enam negara.

"Nantinya, dari masing-masing pembicara pihaknya akan menyeleksi materi yang disampaikan kemudian dibuat jurnal internasional dan kemudian di online-kan. Ini adalah sebuah gebrakan dari UIN Walisongo untuk mengenalkan ke masyarakat luas, agar punya peranan yakni salah satunya perguruan tinggi berbasis research. 

(Yulianto /SMNetwork /CN40 )