image

TOLAK PENAMBANGAN: Warga Desa Sumber, Simo, Boyolali menolak penambangan di daerahnya dan berkumpul di sekitar alat berat, Selasa (12/9) malam. (suaramerdeka.com/Budi Sarmun)

13 September 2017 | 18:50 WIB | Solo Metro

Upaya Penambangan Galian C di Desa Sumber Digagalkan 

BOYOLALI, suaramerdeka.com -Upaya penambangan di sebuah perbukitan di Desa Sumber, Simo, Boyolali akhirnya batal. Setelah massa berduyun-duyun mendatangi lokasi tambang dan berkumpul untuk menghalau pergi truk pengangkut alat berat dari Desa Sumber, Simo, Selasa (12/9) malam.

Massa yang terdiri atas warga Sumber dan sekitarnya mendesak alat berat segara dipindahkan dari desa tersebut. Ratusan hingga ribuan warga laki-laki/perempuan tua dan muda sampai Selasa masih berjaga-jaga dini hari untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kerumumanan orang ini lalu bubar dengan sendirinya setelah Muspika Simo dan Satpol PP tiba di lokasi. 

Informasi yang dihimpunsuaramerdeka.commenyebutkan, pada Selasa (12/9), sekitar pukul 09.00, alat berat yang akan digunakan untuk mengeruk tambang sampai di lokasi. Ketua RT setempat langsung menginformasikan aktivitas itu kepada Muspika Simo.

Infomasi dari bawah ini diterima langsung Camat Simo, Sri Hanung Mahendra dan meneruskannya ke pihak penambang. Saat camat menelpon pihak penambang, ternyata yang bersangkutan berada di lokasi, tak jauh dari alat berat yang dipersoalkan warga. "Saat saya sampai di lokasi ternyata hampir seribuan masyarakat sudah berkumpul. Warga intinya menolak kehadiran alat berat tersebut," kata Hanung yang dihubungi, Rabu (13/9).

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lalu camat bersama polsek, koramil dan Satpol PP tiba di lokasi dan menyampaikan penjelasan kepada kedua belah pihak. Akhirnya diputuskan alat berat kembali dinaikkan truk dan menjauh dari Desa Sumber. "Guna jaga kondusivitas, (akhirnya persoalan itu, red) percayakan pada muspika," jelasnya.

Insiden antara warga dan pihak penambang pada, Selasa (12/9) merupakan rentetan dari kejadian penolakan penambangan galian C di Desa Sumber. Dalam pertemuan yang dimediasi muspika, warga tetap bersikukuh menolak penambangan dengan berbagai alasan. Walaupun pihak pengelola sudah mengantongi izin resmi.

"Warga menolak karena lokasi tambang merupakan sumber air, sementara penambang mengaku sudah memegang izin penambangan," kata Hanung.

Meski perselisihan kedua belah pihak terus berlangsung sampai sekarang. Selama penolakan warga berjalan dengan aman dan tidak terjadi tindak anarkis yang merugikan kedua belah pihak.

(Budi Sarmun /SMNetwork /CN38 )