image

Warga mengantre elpiji 3 kg saat operasi pasar di SPBU Fatmawati Kedungmundu Semarang, Selasa (12/9). (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

12 September 2017 | 20:17 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di 17 Titik

  • Antisipasi Kebutuhan Masyarakat

SEMARANG, suaramerdeka.com -Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV melakukan operasi pasar gas elpiji 3 kg di 17 titik di wilayah Jawa Tengah sebanyak 9.250 tabung. 17 titik tersebut berada di empat wilayah yakni Kota Semarang ada sembilan titik yaitu Pedurungan, fatmawati, Genuk, Semarang Utara, Banyumanik, Gunungpati, Mijen, Tlogosari, Ngaliyan dan Tembalang dengan jumlah 5.040 tabung.

Kabupaten Kudus  disiapkan 1.120 tabung di dua titik yaitu Kecamatan Mojebo dan Kecamatan Jekulo. Wilayah Kabupaten Jepara disiapkan 520 tabung di Kecamatan Pecanggan. Wilayah Kabupaten Brebes disiapkan 260 tabung di lima titilk yaitu Kecamatan Tambak, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kedung Banteng, Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kecamatan Somagede.

General Manager Pertamina MOR IV, Ibnu Chouldum mengatakan operasi pasar ini untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang dikatakan ada kekurangan pasokan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat. "Bukan langka kalau langka sudah tidak ada sama sekali dan dari kekurangan tadi kita tambah pasokannya," katanya saat meninjau operasi pasar di SPBU Fatmawati, kedungmundu Semarang, Selasa (12/9).

Total penambahan secara fakultatif di wilayah Jawa Tengah selama Agustus sampai hingga sekarang mencapai 1.433.117 tabung dari alokasi normal bulanan sebesar 27.327.771 tabung. "Penambahanya 5,2 persen dari total alokasi normal bulanan," imbuhnya.

Ibnu berharap dengan adanya operasi pasar dibeberapa titik masyarakat tidak lagi susah mendapatkan elpiji 3 kg dan dari pantauan operasi pasar banyak pengecer yang ingin membeli elpiji 3 kg.

"Mereka maunya minta beli lebih dari dua dan ada keluarganya yang ikut mengantre dan ini yang akan kita tertibkan setelah Pertamina ke agen, agen ke pangkalan ini mau dicoba pangkalan harus tahu pengecernya dimana saja," jelasnya.

Ibnu pun menegaskan di Jawa Tengah pasokan elpiji 3 kg aman dan akan terus dipasok bila ada kekurangan. Tapi Pertamina juga akan mengawasi jika ada yang bertindak nakal akan diproses.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono menambahkan edukasi ke masyarakat bahwa elpiji 3 kg untuk warga tidak mampu masih belum banyak yang mengerti. Teguh mengatakan, Pertamina kesulitan karena distribusi elpiji 3 kg masih terbuka dan kedepan ada pemikiran harga elpiji 3 kg tetap keekonomian dan yang berhak mendapatkan subsidi yang hanya mempunyai kartu KIS.

"Ini yang masih dibahas di pusat agar subsidi ini tepat sasaran sehingga subsidi tidak diharga tapi diorang," ucapnya.

Di Jawa Tengah sudah menerapkan satu desa satu pangkalan sehingga pengecer fungsinya diperkecil dan ini sudah berjalan.

(Cun Cahya /SMNetwork /CN38 )