image

Foto: Liputan6

10 September 2017 | 06:17 WIB | Suara Banyumas

Harga Beras di Majenang Masih Tinggi

MAJENANG, suaramerdeka.com– Harga beras di Pasar Induk Majenang saat ini masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan akibat suplai dari petani masih sangat kurang dibandingkan permintaan dan kebutuhan masyarakat. 

Kondisi ini terjadi karena sentra penghasil beras mengalami gagal panen karena kemarau panjang dan serangan hama penyakit. Harga beras jenis Cisadane saat ini mencapai Rp 8000 per kilogram. Sedangkan IR 46 lebih mahal dan selisih Rp 500 per kilogram. Harga ini tergolong di atas rata-rata yang berkisar antara Rp 6000 hingga Rp 7.500 per kilogram.

“Pasokan dari petani kurang sekali. Ada yang sudah panen dan belum. Nah yang sudah panen ini hasilnya kurang bagus,” kata Risto, salah satu pedagang beras di Kecamatan Majenang, seperti dikutip dari Radar Banyumas.

Dia mencontohkan pasokan beras dari Kecamatan Sampang. Saat ini pasokan dari sana sudah jauh berkurang karena beras kondisinya tidak bagus akibat padi terserang hama. Kalaupun ada yang bagus, maka dipastikan harganya sangat tinggi hingga dia memilih tidak membelinya.

“Kalaupun ada, harga sudah sangat tinggi. Kita mau jual berapa,” ungkapnya.

Dwi Muryani, Petugas Pasar Induk Majenang, mengakui harga beras saat ini masih tergolong tinggi. Ha ini terjadi karena pasokan dari petani di Kecamatan Majenang sangat minim. Saat ini, baru sebagian kecil wilayah yang sudah panen. Sementara sisanya masih harus menunggu untuk beberapa minggu kedepan.

“Sebagian sudah mulai panen. Tapi hasilnya juga tidak terlalu bagus karena terkena hama,” kata dia.


 

(Red /CN39 )