image

PEMBINAAN: Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo memberi pembinaan kepada lima anak punk yang terjaring razia Sat Sabhara Polres Tegal, Jumat (13/10). (Foto suaramerdeka.com/Cessnasari)  

13 Oktober 2017 | 21:50 WIB | Suara Pantura

Kapolres Beri Pembinaan Anak Punk

SLAWI, suaramerdeka.com- Semakin maraknya anak-anak punk di Kota Slawi, Kabupaten Tegal makin hari makin meresahkan masyarakat dan pengguna jalan.

Mereka yang memiliki ciri khas antara lain badan kurus penuh tato, rambut jambul, telinga bertindik, dan anting-anting, serta berpakaian dan sepatu warna gelap yang cenderung kumal itu, biasanya terlihat bergerombol di emperan toko serta lampu lalu lintas sambil merokok dan bercanda.

Untuk mencegah timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat , Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo, Jumat (13/10) memerintahkan Kasat Sabhara Polres Tegal AKP Aries Heriyanto dan anggotanya, untuk melaksanakan patroli dengan target anak punk yang telah meresahkan masyarakat.

“Anak-anak punk ini sudah meresahkan masyarakat. Mereka terlihat mengonsumsi minuman keras dan meminta uang  di pertokoan dan di persimpangan jalan di wilayah Kabupaten Tegal,”jelas Heru Sutopo.  

Menindaklanjuti perintah Kapolres, Kasat Sabhara beserta anggotanya langsung melakukan penyisiran  di beberapa lokasi yang sering digunakan untuk berkumpul anak-anak punk.

Diantaranya di komplek pertokoan di Banjaran Permai (BP) Adiwerna Tegal, dijumpai anak punk sebanyak lima orang. Mereka berasal dari Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Setelah dicek barang bawaannya, mereka membawa jarum, gunting dan sabuk bergerigi. Karena  dikhawatirkan akan membahayakan orang lain, kelima anak punk diamankan ke Mako Polres Tegal.

Pada siang itu, Kapolres Tegal langsung memberikan pembinaan terhadap anak-anak punk tersebut.

“Kami berharap mereka dapat berubah menjadi diri yang lebih baik dan dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,”sebutnya.

Usai mendapatkan pembinaan dari Kapolres Tegal, selanjutnya dilakukan pendataan serta dibuat surat pernyataan dan kemudian dikembalikan ke daerah asal masing - masing dengan menggunakan kendaraan Sat Sabhara.

Kasat Sabhara Polres Tegal AKP Aries Heriyanto menyebutkan, sebelumnya pada Rabu (11/10) lalu, Sat Sabhara juga telah melakukan operasi penyakit masyarakat di wilayah Kota Slawi.  

Saat itu berhasil diamankan 21 anak punk dan pelajar SMK yang keluyuran pada jam sekolah di tempat umum seperti di Simpang Empat Langon Timur, Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) dan GOR Trisanja. 

(Cessnasari /SMNetwork /CN19 )