image

Ilustrasi Istimewa

13 Oktober 2017 | 21:25 WIB | Semarang Metro

PT Jangan Bergantung ada Tuntutan Industri

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menghadapi tantangan ke depan perguruan tinggi harus melakukan pendekatan holistik dan tidak hanya bergantung pada tuntutan industri. Hal ini menjadi topik dalam "6th Asia-Europe Foundation (Asef) Rectors' Conference, (10-13/10) di Singapura, baru--baru ini. 

''Perguruan tinggi harus merancang dan menggiring pengguna serta menekankan proses dan output,'' ungkap Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH Mhum yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Jumat (13/10). 

Ia juga mengungkapkan, dalam konferensi tersebut juga dibahas bagaimana perguruan tinggi dituntut untuk terus mengembangkan model pembelajaran. Maksudnya, proses belajar mengajar harus mampu mengajarkan anak belajar secara mandiri. 

''Mahasiswa dapat memanfaatkan informasi dan mengolah informasi serta menekankan pada kemampuan adaptasi karena pengguna atau stakeholder yang berbeda-beda,'' terang Muhdi. 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut ditekankan tentang pentingnya peranan dosen atau guru. ''Perubahan kurikulum penting tapi paling penting dosen atau gurunya. Penggunaan teknologi penting tapi yang lebih penting adalah kolaborasi dan interaksi,'' paparnya.

Perguruan tinggi, sambung dia, juga sangat bergantung pada bagaimana dosennya. Dosen yang selaludiingat mahasiswa adalah yang menginspirasi, banyak bercerita yang dapat membangun cita-cita.

Dalam acara tersebut, UPGRIS merupakan satu-satunya peserta dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Tanah Air. Peserta lain yakni ITB, UI, UGM, UNAIR, ITS dan 110 Perguruan Tinggi di Asia dan Eropa.

(Arie Widiarto /SMNetwork /CN19 )