image

DAMPINGI:  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapingi Mentri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada acara Rakornas Camat se-Indonesia Timur di Hotel Crowne Plaza, Kamis (12/10) malam. (Foto suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

13 Oktober 2017 | 21:09 WIB | Semarang Metro

Mainkan Uang Rakyat, Camat Diberhentikan 

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebagai pemimpin teritorial tingkat kecamatan, Camat memiliki peranan penting untuk ikut membangun dan mensejahterakan Kota Semarang. Karenanya, bila kedapatan ada camat yang memainkan uang rakyat, maka akan diberhentukan. 

Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Dia menambahkan, karenanya saat ini, mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga penyerahan wewenang untuk pengelolaan dana peningkatan pembangunan berasal dari usulan musrenbang kecamatan. Dengan begitu akan mengurangi beban dinas. 

''Jika mereka tidak baik dalam memberikan pelayanan tentu akan diberikan sanksi tegas yaitu diberhentikan jadi camat dan lurah. Terutama bila kedapatan memainkan uang rakyat, melakukan pungutan liar, atau bahkan melakukan aktivitas yang merugikan negara," tutur wali kota, usai menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Camat Wilayah Indonesia Timur di Hotel Crowne Plaza, Kamis (12/10) malam.

Baru-baru ini, pemkot baru saja merotasi seluruh camat yang ada di Kota Semarang. Rotasi tersebut bertujuan untuk penyegaran, dan dapat terus memacu dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain camat, pemkot juga merotasi beberapa pejabat. 

Efektif

Sementara, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo yang hadir pada acara rakornas menuturkan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, harus efektif dan efesien. Tujuannya memperkuat otonomi daerah guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

"Bagaimana camat menjaga stabilitas wilayahnya. Camat tidak bisa bekerja sendiri melainkan senantiasaa bekerja sama dan berkoordinasi dengan lurah dan aparaturnya. Seperti Babinsa, Koramil, tokoh agama, dan tokoh masyarkat yang menjadi bagian dalam setiap pengambilan keputusan bagi camat," tambah Menteri Tjahjo.

Selain itu Ia juga meminta adanya sinergi, komunikasi, dan sinkronisasi yang baik dengan kecamatan tetangga.Bagaimana ketika penduduk padat dengan tetapi jaraknya jauh itu bisa mengusulkan puskesmas pembantu, SD, SMP, dan SMA. Pasalnya, ketimpangan sosial masyarakat bersumber dari kesehatan. 

''Camat harus memiliki imajinasi dan impian. Dengan imajinasi dan impian maka camat akan mempunyai konsep dan gagasan sehingga pada akhirnya memiliki keberanian untuk menggerakkan organisasi secara dinamis. Memiliki pemikiran jauh ke depan atau visioner," pungkasnya.

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN19 )