image

MENUNJUKKAN: Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo pada konferensi pers, Jumat (13/10),  menunjukkan barang bukti berupa  laptop dan telepon seluler yang dicuri tersangka. (Foto suaramerdeka.com/Cessnasari)

13 Oktober 2017 | 23:10 WIB | Suara Pantura

Pura-Pura Beli Sepatu, Buruh Bangunan Curi Laptop

SLAWI, suaramerdeka.com- Seorang buruh bangunan ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Tegal lantaran kedapatan mencuri sebuah laptop di toko sepatu.

Dalam menjalankan aksinya, buruh bangunan bernama Agus Slamet (50) itu, berpura-pura sebagai pembeli sepatu di toko milik korbannya, Kartika Tarmawati di (37) di Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Agus memanfaatkan kondisi toko yang ramai pengunjung. Saat korban terlena, dengan cepat ia mengambil barang berharga milik korban.

Pencurian dengan modus membeli barang di toko, rupanya bukan yang  pertama kali dilakukan.  Agus yang merupakan warga Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal ini sebelumnya pernah melakukan aksi serupa di toko mainan milik Muhammad Irham (25) yang juga berada di Lebaksiu.

Suasana toko mainan yang  ramai pembeli membuat penjual terlena dan kurang memperhatikan gerak-gerik pelaku. Hal ini memudahkan pria paruh baya ini mengambil telepon seluler milik korbannya.

“Jadi, pelaku melakukan pencurian dengan cara awalnya masuk ke dalam toko kemudian berpura-pura membeli barang dan setelah korban terlena atau berhasil dialihkan perhatiannya, tersangka mengambil barang-barang milik korban seperti ponsel atau laptop,”terang Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo saat konferensi pers, Jumat (13/10).

Heru menyebutkan, dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah ponsel merek Samsung Galaxy J1 Mini dan satu buah laptop merek Axioo seri Neon warna hitam dan satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan sebagai sarana melakukan tindak pencurian.

Hasil pengembangan yang dilakukan, tidak ada tempat kejadian perkara di wilayah Kabupaten Tegal. Dari pengakuan tersangka, barang-barang yang dicuri akan digunakan sendiri. Kini, Agus harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menggasak laptop dan ponsel.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun,” jelas Kapolres.

Pada kesempatan itu, Kapolres berharap agar setiap tempat yang digunakan untuk kegiatan transaksi masyarakat, bisa dilengkapi dengan kamera CCTV.

“Apabila ada gangguan kamtibmas, bisa terekam dan akan membantu polisi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya. 

(Cessnasari /SMNetwork /CN19 )