image

Masyarakat sedang membuka rekening saat pameran perbankan syariah di Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya)

13 Oktober 2017 | 20:41 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Aset Lembaga Keuangan Syariah di Jateng Capai 22,6 Triliun

SEMARANG, suaramerdeka.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY mencatat total aset lembaga keuangan syariah mencapai Rp 22,6 triliun dengan pertumbuhanyear on year6,3 persen.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Bambang Kiswono mengatakan jika dilihat share terhadap nasional lebih tinggi syariah yakin 5,82 persen dibanding nasional yang hanya 5,3 persen.

Sementara itu untuk pembiayaan mencapai Rp 16,6 triliun atau tumbuh 12,0 persen, dana pihak ketiga Rp16,6 triliun tumbuh 24,9 persen dan Non Performing Financing (NPF)  3,31 persen.

"Bagus ini dari pada yang konvensional," katanya di Semarang,  kemarin.

Bambang  berharap peranan keuangan syariah kedepan semakin baik karena mempunyai regulasi syariah yang sangat lengkap. 

" Mungkin di dunia kita yang sudah lengkap karena apa bank syariah, non bank syariah, asuransi syariah dan lembaga keuangan syariah tapi yang menjadi permasalahan asetnya kecil-kecil jadi belum bisa bersaing secara internasional," jelasnya.

Bambang menceritakan perkembangan keuangan syariah di Indonesia benar-benar mulai dari button up berbeda dengan Malaysia yang mempunyaishare23 persen  terhadap nasional.

"share kita 5,3 persen kalau Malaysia BUMN mewajibkan menaruh uang di perbankan syariah kalau kita baru haji. Tapi kita optimis keuangan syariah kedepan akan bagus apalagi kita mayoritas muslim," tuturnya.

Apalagi presiden Joko Widodo menaruh perhatian lebih terhadap perkembangan keuangan syariah di Indonesia dan berharap Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia. Untuk mencapai kesana sudah dibentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang berada langsung di bawah presiden. 


 

(Cun Cahya /SMNetwork /CN19 )