image

CEK PELAMPUNG: Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz bersama  jajaran Forkompinda mengecek sarana prasarana saat Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Menghadapi Musim Hujan di Alun-alun Kebumen, Jumat (13/10). (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)

13 Oktober 2017 | 20:27 WIB | Suara Kedu

Deteksi Dini, Minimalisir Dampak Bencana

KEBUMEN, suaramerdeka.com- Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menginstruksikan agar satuan pelaksana penanggulangan bencana terpadu ikut aktif mendekteksi dini kemungkinan terjadinya bencana. Langkah itu diharapkan dapat meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi.

"Penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana merupakan tanggungjawab bersama. Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak non pemerintahan merupakan hal yang penting dalam upaya pengurangan risiko bencana," ujar KH Yazid Mahfudz usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Menghadapi Musim Hujan di Alun- alun Kebumen, Jumat (13/10).

Apel diikuti aparat kepolisian Polres Kebumen, Kodim 0709, Dinas Perghubungan,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Damkar, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PDAM, Telkom, Pramuka, PMI, Orari, komunitas Jeep Kebumendan motor trail kebumen. Hadir Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo, Kapolres KEbumen AKBP Titi Hastuti, Plt Sekda Mahmud Fauzi, dan pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

"Apel ini sangat berguna untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat di wilayah rawan bencana. Saya ingin masyarakat dapat mengerti, memahami dan dapat melakukan tindakan yang cepat dan tepat pada saat terjadi bencana," terang Wakil Bupati.
    
Sarpras Pendukung

Dalam apel tersebut juga digelar sarana dan prasarana pendukung seperti halnya kendaraan pemadam kebakaran, mobil ambulans, truk tangki BPBD, perahu karet, mobil back bone Polsek jajaran Polres Kebumen, komunitas jeep off road, motor trail Polres Kebumen dan Kodim dab komunitas trail kebumen, dan unit satwa K-9 Polres Kebumen juga ikut dalam apel kesiapsiagaan itu.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti menyampaikan, kejadian bencana alam memang sangat sulit dicegah. Namun yang terpenting  ialah bagaimana meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana alam. 

"Lebih baik kita sedia payung sebelum hujan. Apalagi Kebumen merupakan salah satu daerah yang rawan bencana. Untuk itu upaya pengurangan risiko rawan bencana harus dilakukan," imbuhnya.

Di Kebumen sebanyak 116 desa masuk daerah rawan bencana tanah longsor dan pergerakan tanah. Tahun 2016, sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di wilayah Kecamatan Sempor.

Adapun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempublikasikan ada 17 Kecamatan yang masuk dalam daerah rawan bencana tanah longsor dan pergerakan tanah dengan status  menengah hingga tinggi pada Oktober ini. Yakni, Kecamatan Alian, Ayah, Buayan, Buluspesantren, Gombong, Karanggayam, Karanganyar, Karangsambung, Kutowinangun, Padureso, Poncowarno, Rowokele, Sempor dan Sruweng.

"Kami telah memberi tahu camat dan kepala desa yang masuk daerah rawan bencana, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan turun," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muhyidin. 
 

(Supriyanto /SMNetwork /CN19 )