image

Foto: suaramerdeka.com/dok

13 Oktober 2017 | 16:59 WIB | Semarang Metro

Tenaga Kesehatan Harus Sesuai Kompetensi

SEMARANG,suaramerdeka.com- Lulusan perguruan tinggi khususnya bidang kesehatan dituntut untuk meningkatkan kompetensi dengan memiliki sertifikat kompetensi  seperti yang sudah diwajibkan oleh Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Nantinya, semua yang terlibat dalam tugas terkait pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, SDM kesehatan harus sesuai bidang kompetensinya.

"Dengan demikian, jika tidak memiliki sertifikat kompetensi ini pengguna jasa seperti rumah sakit dan lainnya tidak akan bersedia menerima. Disisi lain BPJS kesehatan juga tidak akan mau bekerja sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tersebut jika tidak adanya kompetensi rekam medis," jelas Ketua Stikes Hakli Semarang Ngestiono di kampus Jl Dr Ismangil No 27, Bongsari, Semarang, Jumat (13/10).

Hal itu diungkapkan Ngestiono terkait wisuda sebanyak 79 mahasiswa kampus tersebut yang digelar pada Sabtu (14/10) di Hotel Grasia, Semarang. Para wisudawan tersebut berasal dari 3 program studi S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan serta D3 Refraksi Optisi (RO), sedangkan program studi D3 Kesehatan Lingkungan pada wisuda kali ini tidak melepas wisudawan/wisudawati.

"Kami siap menghasilkan Sanitarian (Tenaga Kesehatan Lingkungan) yang diperlukan dalam tim nusantara sehat yang saat ini sedang digelorakan di Tanah Air," jelasnya.

Karena itu, dia menyatakan, peluang lulusan Stikes Hakli sangat terbuka mengingat kebutuhan lulusan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi sangat besar. "Bahkan, permintaan jauh diatas dari lulusan dihasilkan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Jateng ini," jelasnya.

Uji kompetensi itu, menurut Ngestiono, diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan organisasi profesi uji kompetensi. Hal ini ditujukan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang sesuai dengan profesi yang disusun oleh organisasi profesi sesuai peraturan perundangan yg berlaku.

"Dengan sertifikat kompetensi, maka berhak untuk mendapatkan registrasi (STR). Mahasiswa kami juga wajib mengikuti uji kompetensi tersebut dan selama ini 100 persen berhasil lulus," jelasnya.

Sementara itu, pada akhir Juli 2017 Program Studi Rekam Medik dan Informasi Kesehatan menerima penilaian Akreditasi dengan predikat B (Baik). "Perolehan ini atas kerja keras dari semua unsur di dalam Institusi maupun Penyelenggara pendidikan Stikes Hakli," jelasnya.

(Arie Widiarto /SMNetwork /CN38 )