image

Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga

13 Oktober 2017 | 16:16 WIB | Suara Kedu

Puluhan Warga Rusunawa Triharjo di Kulonprogo Terserang Tomcat

KULONPROGO,suaramerdeka.com- Puluhan warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Pedukuhan Tambak, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulonprogo, terkena serangan serangga tomcat. Serangan ratusan tomcat tersebut meresahkan warga penghuni Rusunawa dan berharap ada tindakan dari dinas terkait.

Salah satu warga Rusunawa, Rubiyem (39) mengungkapkan, serangan tomcat sudah terjadi selama hampir satu tahun, namun paling banyak tiga bulan terakhir. Tomcat biasanya banyak muncul saat sore hari di sekitar lampu di depan balkon kamar.

Serangga berwarna oranye hitam itu seringkali merambat dan menempel di pakaian. Kemudian ketika menempel di kulit menyebabkan kulit terasa gatal, panas, dan memerah. Setelah itu kulit akan melepuh dan keluar air mirip luka bakar dan luka akibat herpes.

"Banyak warga yang kena, dewasa dan anak-anak, tapi kebanyakan anak-anak. Sering juga kenanya berkali kali. Sudah sembuh kering kemudian kena lagi," ungkapnya, Jumat (13/10).

Dia serta dua anaknya yang berumur 2,5 tahun dan 12 tahun pernah juga terkena serangan tomcat di leher, tangan, perut, dan muka. Namun saat periksa di Puskesmas dokter yang menangani hanya menyatakan alergi biasa dan herpes. "Diberi obat salep, tapi kok tidak sembuh-sembuh," ungkapnya.

Serangan tomcat tersebut, lanjut Rubiyem, meresahkan warga Rusunawa. Serangan terbanyak terjadi di lantai 3 blok A Warga berharap ada tindakan dari dinas terkait untuk mengatasi keberadaan tomcat tersebut agar hilang.

"Ya jelas resah, banyak anak-anak yang kena, kulitnya jadi jelek. Selama ini antisipasi kami dengan menyemprot dengan obat nyamuk," imbuhnya.

Ketua RT 12 RW 6 Tambak, Triharjo yang juga penghuni Rusunawa, Sutarto mengatakan, serangan terjadi sejak dua bulan lalu. Bermula saat awal musim hujan, kemungkinan tomcat berasal dari sawah di sekitar Rusunawa.

"Ini serangan yang kedua kalinya, yang pertama sekitar dua atau tiga bulan lalu. Warga sudah melakukan penyemprotan dengan obat semprot nyamuk, sudah pada mati, tapi dua minggu kemudian muncul lagi," katanya.

Dia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan termasuk tidak menaruh jemuran pakaian di depan kamar. Rusunawa tersebu dihuni 55 kepala keluarga (KK) di Blok A, sedangkan Blok B dihuni 35 kk. "Sementara ini yang kena tomcat di Blok A. Blok B belum ada keluhan," imbuhnya.

Mendapat laporan serangan tomcat, petugas dari Dinas Kesehatan Kulonprogo melakukan pengecekan ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah warga penghuni. Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kulonprogo, Wilis Prasetyo mengatakan, akan berkoordinasi dengan Puskesmas di mana warga yang terserang tomcat berobat. Selain itu akan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terkait penanggulangan serangga tomcat tersebut.

"Selanjutnya mungkin kami bersama Dinas Pertanian dan kedinasan lain untuk menanggulangi ini," katanya.

Terhadap warga Rusunawa, pihaknya telah memberi edukasi bila terkena tomcat agar segera berobat. Selain itu untuk menanggulanginya agar tidak dibunuh dengan menepuk serangga tersebut tetapi disemprot atau diusir. “Luka yang timbul di kulit dikarenakan cairan asam yang dihasilkan dari tomcat sangat keras.

Terpisah, ketika dikonfirmasi, Kepala DPP Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengungkapkan, penanganan tomcat di Rusunawa tersebut bukan merupakan wilayah ketugasannya. "Ketugasan kami berada pada wilayah atau lahan pertanian," katanya. 

(Panuju Triangga /SMNetwork /CN38 )