no image

Ilustrasi: Istimewa

13 Oktober 2017 | 14:45 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Kinerja BPR di Jawa Tengah Secara Umum Baik

SEMARANGsuaramerdeka.com- Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  di Jawa Tengah secara umum baik. Dari total BPR di  Jawa Tengah yang berjumlah 280 secara aset, kredit, dana pihak ketiga dan NPL masih relatif baik.

Data posisi Agustus 2017, total aset Rp 26,8 triliun, kredit Rp 20,4 triliun, dana pihak ketiga Rp 20 triliun dan NPL 7,36 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Bambang Kiswono menjelaskan secara pertumbuhannya untuk aset tumbuh 12,86 persen, kredit 11,94 persen dan dana pihak ketiga 12, 75 persen.

"Untuk NPL dari akhir tahun 6,99 persen tapi bisanya histori akhir tahun dikebut dan akan naik sedikit dan diharapkan akan turun lagi  dan kami akan monitor dan meminta action plan beberapa BPR," jelasnya.

Bambang mengatakan untuk saat ini tidak ada BPR yang dalam pengawasan khusus. BPR yang masuk kriteria dalam pengawasan khusus adalah modal kurang dari 4 persen dari modal yang dimiliki 8 persen. Lalu likuiditas selama 6 bulan tidak bisa memelihara minimal 3 persen untuk mengamankan kalau ada nasabah yang menarik uang.

"Harus menyediakan uang kalau sudah minim tidak sampai 3 persen masuk bank dalam pengawasan khusus," katanya.

OJK terus melakukan pengawasan agar BPR tidak masuk dalam pengawasan khusus dengan pengawasan aktif dilapangan dan pasif melalui laporan-laporan.

"Bisanya kita menganalisa yang menggerus modal itu NPL, NPL  tinggi berarti kreditnya jelek tidak ada setoran dan bunga masuk sehingga modalnya tergerus," ucapnya.

(Cun Cahya /SMNetwork /CN38 )