image

Sebuah pesawat KT 1B Woong Bee yang dipiloti siswa sekolah penerbangan tengah berjalan menuju luar hanggar untuk siap terbang pada sesi latihan terbang malam di kawasan langit Lanud Adisutjipto Yogyakarta. (suaramerdeka.com/ dok)

13 Oktober 2017 | 12:14 WIB | Suara Kedu

Asah Kemahiran Siswa, Lanud Adisutjipto Adakan Terbang Malam

SLEMAN, suaramerdeka.com -Latihan terbang malam untuk mengasah kemahiran para siswa sekolah penerbangan dilakukan Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta selama lebih dari sepekan. Lebih dari seratus calon penerbang yang mengikuti kegiatan terbang malam tersebut.

"Misi latihan terbang malam ini sudah dimulai sejak 9 Oktober lalu hingga 20 Oktober nanti," imbuh Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Letkol Sus Giyanto, Jumat (13/10).

Menurut Giyanto latihan terbang malam tersebut diikuti oleh siswa Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan 77 sebanyak 14 siswa, dan SIP Angkatan 78 sebanyak 10, serta Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 92 diikuti oleh 7 orang.

Para siswa berlatih terbang malam dengan menggnakan pesawat latih KT 1B Woong Bee. Pesawat buatan Korsel ini sendiri diketahui merupakan ‘tunggangan’ dari para penerbang di Lanud Adisutjipto Jogja yang tergabung dalam tim aerobatik TNI AU, The Jupiters.

"Para siswa menempa diri dengan latihan terbang malam untuk meningkatkan profesiensi guna meraih profesionalisme, sebagai seorang Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara. Selama dua minggu, deru burung-burung besi Lanud Adisutjipto memecah keheningan dan dinginnya malam di wilayah Jogja dan sekitarnya," papar dia.

Komandan Lanud (Danlanud) Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga menambahkan bahwa latihan terbang malam adalah untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan terbang para calon Instruktur Penerbang, dan calon penerbang.

Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya. Kesiapan seluruh komponen pendukung harus juga tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi Pendidkan yang dilaksanakan.

"Kami berharap setiap orang harus peduli dengan membangun budaya safety di setiap kegiatan yang dilaksanakan dari awal hingga selesainya program latihan. Mengingat terbang di malam hari memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit karena jarak pandang yang sangat terbatas. Sehingga latihan terbang malam ini benar-benar terlaksana sesuai misi dan target yang direncanakan," sambung jenderal bintang satu itu.

(Gading Persada /SMNetwork /CN33 )