image

Puluhan pemohon SIM mengantre di ruang periksa dokter di luar kompleks Mapolres Klaten, Selasa (10/10). (suaramerdeka.com/ Aachmad Hussain)

13 Oktober 2017 | 11:51 WIB | Solo Metro

Pemohon SIM Ratusan per Hari, Stok Blangko Kosong 

KLATEN, suaramerdeka.com -Setiap hari seratusan warga pemohon SIM mendatangi Polres Klaten. Namun warga masih mendapatkan surat sementara.

"Saya antre empat jam baru selesai. Dapatnya selembar surat," kata Mamad, warga Kecamatan Delanggu, Jumat (13/10).

Dikatakannya, selembar surat itu hanya sebagai SIM sementara. Sedangkan SIM aslinya baru dapat diambil bulan Januari 2018 nanti. Dengan SIM sementara yang terbuat dari selembar kertas warga khawatir cepat rusak meski tetap bisa digunakan.

Menurutnya, idealnya lokasi KIR punya akses udara bebas sehingga tidak sesak. Dokter hanya satu, membuat antrean mengular. Untuk pemeriksaan fisik, tekanan darah dan penglihatan, warga membayar Rp 30.000.

Setelah KIR, di loket I Mapolres, pemohon menyerahkan hasil dan membayar sumbangan PMI Rp 2.000. Tarif perpanjangan SIM C Rp 75.000, baru Rp 100.000. SIM A, BI dan BII baru Rp 120.000 dan perpanjangan Rp 80.000.

Biayanya sesuai tertera di PP 60/ 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Polres. Tidak ada calo terbuka yang menawarkan jasa. Sri Banowati, warga Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom mengatakan yang tidak memadai hanya lokasi KIR.

Tempatnya di rumah warga di luar Mapolres. Diapit rumah lainnya sehingga saat antre udara jadi gerah.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Adityawarman Gautama Putra mengatakan antrean disebabkan pemohon SIM baru per hari 100-150 orang. Itu belum termasuk perpanjangan SIM yang bisa lebih banyak. "Sudah ada online, tetapi baru 10 pemohon per hari," jelasnya.

SIM keliling kecamatan pun sudah dilakukan. Untuk lokasi KIR tidak di Mapolres sebab ada permintaan di luar kompleks. SIM pun tidak langsung jadi sebab harus menunggu tiga bulan karena material dari pusat bertahap dikirimkan.

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN33 )