image

Sekditjen PSP Kementan Abdul Madjid saat memberikan arahan kepada Brigade Alsintan, saat kunker ke Tuban (Hartono Harimurti)

13 Oktober 2017 | 09:19 WIB | Nasional

Kementan Minta Alsintan Bantuan Rutin Dirawat

TUBAN, suaramerdeka.com- Dalam upaya untuk meningkatkan produksi pertanian nasional, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengambil angkah strategis memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah besar kepada kelompok tani.

Kementan berharap alsintan tersebut bisa lama dipakai, sehingga betul-betul memberikan manfaat yang maksimal bagi para petani anggota kelompok tani. Maka yang tidak boleh dilupakan dalam hal ini adalah perawatan alsintan.

"Jangan lupakan perawatan alsintan bantuan pemerintah tersebut. Faktanya di daerah lain banyak alsintan bantuan pemerintah yang rusak karena kurangnya perawatan. Akhirnya hanya ditaruh di gudang. Jadi perlu dipikirkan, diupayakan pembiayaan perawatannya secara berkelanjutan," kata Sekditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Abdul Madjid saat kunjungan kerja di Wilayah Kerja Brigade Alsintan Tani Barokah dan UPJA Tani Makmur di Kecamatan Widang, Tuban kemarin.

Menurut Abdul Madjid, mengenai pembiayaan perawatan alsintan, dirinya mengimbau agar Tani Barokah dan Tani Makmur bisa mencontoh HIPPA Tirto Tinoto di Kecamatan Rengel, Tuban. Yang mana Tirto Tinoto menerapkan sistem Moro Enem.

Sebagai gambarannya bila anggotanya berhasil panen 6 ton, maka 1 ton diserahkan ke Tirto Tinoto untuk dikelola sebagai pemasukan kelompok tani, dan nantinya termasuk untuk pembelian peralatan, membangun dan merawat saluran irigasi, pipanisasi dan membiayai perawatan alsintan yang ada.

"Dengan bisa mengelola dengan baik, pemasukan dari sistem tersebut, maka mereka (Tirto Tinoto) bisa mandiri dalam hal banyak hal. Membangun bisa, membeli bisa, merawat juga bisa. Saya sangat mengapresiasi, karena bisa makin maju, dan tidak dengan bantuan pemerintah," kata pria asal Banjarnegara tersebut.

Lomba Nraktor

Di bagian lain Madjid yang lulusan Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto tersebut, juga mengapresiasi Lomba Nraktor yang diadakan Tirto Tinoto. 

Menurut Ketua HIPPA Tirtotinoto, Kasadi, lomba tersebut sebagai evaluasi kinerja operator traktor se-Kecamatan Rengel. Nantinya akan terlihat, mana operator yang kerjanya dalam mengolah tanah dan menanam bibit padi dengan cepat, dan hasilnya baik.

"Jika masih kurang sempurna, kami akan memberikan arahan soal teknis menraktor sawah, dan menanam bibit dengan transplanter. Lomba nraktor juga untuk meningkatkan kerukunan petani, dan mengajak untuk pemuda untuk terjun di sawah. Tanpa penerus, luas lahan di Desa Karangtinoto yang subur ini akan terbengkalai," pungkas Kasadi. 

(Hartono Harimurti /SMNetwork /CN33 )