image

DIPUGAR: : Rumah Suparman yang tidak layak huni, dipugar melalui porgram Polmas yang diprakarsai oleh Aiptu Suwanto dari Polsek Eromoko Polres Wonogiri. (suaramerdeka.com / Bambang Purnomo)

13 Oktober 2017 | 08:24 WIB | Solo Metro

Polisi Prakarsai Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni

WONOGIRI, suaramerdeka.com -Para personel polisi dari Polsek Eromoko Polres Wonogiri, memprakarsai pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga miskin melalui program Pemolisian Masyarakat (Polmas) atau Community Policing.

Rumah yang dipugar adalah milik Suparman (70) di Dusun Ngringin RT 1/RW 10, Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Kapolres Wonogiri AKBP Mohamad Tora dan Kapolsek Eromoko AKP Suyatno, menyatakan, Polmas mengamanatkan kepada insan kepolisian untuk melayani masyarakat, menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Terkait dengan program Polmas tersebut, personel Polsek Eromoko Polres Wonogiri, memprakarsai pemugaran RTLH milik Suparman. Kasubag Humas Polres AKP Haryanto dan Paur Humas Aipda Iwan Sumarsono, Jumat (13/10), menyebutkan, untuk teknis pelaksanaan pemugaran rumah Suparman, dilakukan melalui kerja gotong royong bersama warga masyarakat, dipimpin oleh Aiptu Suwanto yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Eromoko. 

Kerja gotong royong pemugaran rumah yang nyaris ambruk karena tidak pernah tersentuh perabikan tersebut, juga melibatkan Kepala Desa (Kades) setempat Sutini, bersama pamong desa dan para tokoh masyarakat. ''Kondisi rumah Suparman, sangat memprihatinkan, tidak layak huni dan nyaris roboh, serta membahayakan bagi penghuninya, terlebih nanti bila datang musim hujan,'' jelas Kades Sutini.

Menyikapi hal tersebut, maka pemugaran rumah yang sekarang dilakukan melalui program Polmas, bertujuan agar Suparman bisa nyaman setelah rumahnya dipugar. Para Ketua dan Pengurus RT dan RW, ikut aktif terlibat dalam gotong royong pemugaran rumah Suparman tersebut. 

Suparman, selama ini hidup bersama istrinya Ny Tumi (65) dalam kondisi prihatin. Kebutuhan makan sehari-harinya, menunggu uluran tangan dari saudara-saudara dan tetangga. Ketika rumahnya dipugar melalui gerakan Polmas, Suparman menyampaikan ucapan terima kasih. ''Saya berdoa agar semua pihak yang telah memugar rumah saya, mendapatkan balasan setimpal dari Allah,'' ujar Suparman dengan nada terbata-bata karena haru.

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN26 )