image

Foto: istimewa

13 Oktober 2017 | 07:48 WIB | Suara Kedu

Pelatihan Kerajinan Perak Dikenalkan ke Masyarakat

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Kawasan Kotagede di Yogyakarta dikenal sebagai sentra kerajinan perak. Untuk menjaga kelangsungan usaha turun-temurun itu, sejumlah perajin perak di Kotagede menggelar pelatihan. 

Namun kegiatan itu agaknya belum terlalu familiar sehingga peminatnya masih sedikit. Selama ini, pelatihan membuat kerajinan perak lebih cenderung menjadi destinasi wisata. Peminat kebanyakan adalah wisatawan dari mancanegara maupun domestik.

Guna lebih mengenalkan kegiatan tersebut, HS Silver yang merupakan salah satu produsen kerajinan perak ternama di Yogyakarta kembali meluncurkan program pelatihan perak. Acara re-launching diadakan di Omah Dhuwur Restaurant, Kamis (12/10), dengan mengundang berbagai kalangan pelaku usaha perhotelan.

Sekar Arum Asmara, Marketing Communication Corporate PT HSWS selaku perusahaan yang menaungi HS Silver dan Omah Dhuwur menuturkan, pelatihan perak diharapkan bisa sinkron dengan dunia perhotelan. "Kami ingin memperkenalkan kembali workshop silver kepada wisatawan serta masyarakat luas pada umumnya. Di sini kami merangkul pelaku usaha hotel sebagai mitra," kata Sekar. 

Melihat prospek yang menjanjikan, silversmith workshop diproyeksikan menjadi unit bisnis baru. Kegiatan pelatihan dijadwalkan setiap hari dengan sasaran pemula hingga kalangan profesional.

Direktur Bussiness and Development PT HSWS, Artin Wuriyani menjelaskan, ada tujuh kelas yang dibuka terdiri dari paket Arjuna, Bima, Yudhistira, Nakula, Sadewa, Sekarjagad, dan Sidomukti. Range harga bervariasi mulai kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Di kelas ini, peserta diajari cara membuat kreasi perhiasan perak berupa cincin atau liontin. Hasil kreasi itu kemudian dibawa pulang oleh peserta. Tidak hanya kerajinan perak atau tembaga, masyarakat awam juga bisa belajar cara membuat batik.

(Amelia Hapsari /SMNetwork /CN26 )