image

CENDERAMATA: Sekda Kota Magelang, Sugiharto menyerahkan cenderamata kepada Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua. (suaramerdeka.com / Asef F Amani)

13 Oktober 2017 | 06:48 WIB | Suara Kedu

Kota Magelang Tarik Perhatian Maluku Tengah

MAGELANG, suaramerdeka.com– Kesuksesan Kota Magelang dalam penataan kota, menarik perhatian Kabupaten Maluku Tengah. Segenap rombongan yang dipimpin langsung Bupati Tuasikal Abua pun berkunjung ke Kota Sejuta Bunga untuk studi banding.

Bupati datang bersama istri dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (12/10). Kedatangan mereka disambut Sekda Kota Magelang, Sugiharto beserta jajaran. Usai pertemuan, rombongan menyempatkan diri berkeliling kota melihat kesuksesan penataan itu secara langsung.

Tuasikal mengatakan, sutdi banding ini bermaksud mengadopsi keberhasilan yang telah diraih oleh Kota Magelang, terutama dalam hal penataan. Segala keberhasilan kota yang hanya seluas 18,12 km ini diharap bisa diterapkan di Maluku Tengah. “Semoga studi banding ini bisa membawa pengalaman berharga yang kemudian bisa diterapkan di daerah kami,” ujarnya di sela acara.

Dia menjelaskan, sebesar 96 persen dari wilayah Maluku Tengah adalah laut. Sementara untuk wilayah daratan hanya empat persennya. Hal itu membuat potensi unggulan Maluku Tengah adalah perikanan. “Potensi unggulan lain kami beras, pangan lokal, perkebunan, dan pariwisata. Menjadi kebanggaan dan motivasi tersendiri bagi kami untuk bisa saling bertukar pengalaman dengan Kota Magelang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang diwakilkan oleh Sekda Kota Magelang, Sugiharto mengaku, menyambut baik kedatangan rombongan dari daerah jauh tersebut. Dikemukakan, Kota Magelang merupakan daerah kecil yang minim sumber daya alam (SDA).

“Kami punya Gunung Tidar yang menjadi paru-paru kota, sekaligus destinasi wisata unggulan. Dia tasnya ada makam Syekh Subakir, penyebar agama Islam di pulau Jawa. Kami sedang dalam proses pembangunan monumen tanah dan air Nusantara, serta rencana pembuatan gardu pandang di Gunung Tidar,” jelasnya. 

(Asef Amani /SMNetwork /CN26 )