image

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X didampingi Bupati Hasto Wardoyo mencicipi coklat produksi lokal Kulonprogo dalam peluncuran produk-produk lokal Kulonprogo di Ngaliyan, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kamis (12/10). (sm/dok)

13 Oktober 2017 | 03:16 WIB | Suara Kedu

Sri Sultan Luncurkan Produk Lokal Kulonprogo

KULONPROGO, suaramerdeka.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X meluncurkan berbagai produk olahan pangan atau produk lokal Kulonprogo dan meresmikan Pusat Pengelolaan Teh Menoreh (PPTM) di Pedukuhan Ngaliyan, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kamis (12/10).

Peluncuran dan peresmian dilakukan dengan penandatanganan banner dan prasasti oleh Sri Sultan bersama Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo di halaman PPTM. Dalam kesempatan itu, Bupati Hasto Wardoyo memperkenalkan sejumlah produk lokal unggulan Kulonprogo yang diluncurkan.

Di antaranya teh dan kopi Suroloyo serta Menoreh, kecap benguk, tepung dari singkong, garut, ganyong, dan kimpul yang bisa untuk menggantikan tepung terigu. Hasto berharap tepung yang dari warga masyarakat ini bisa menandingi tepung terigu yang merupakan produk impor.

“Sehingga mengurangi impor, kemudian bela beli produk sendiri, akhirnya uang juga bisa beredar di Kabupaten Kulonprogo. Iitu harapan kami,” kata Hasto.

Produk lokal lainnya yang dilaunching yakni coklat dari kakao hasil bumi asli Kulonprogo, beras premium organik Melati Menoreh (Menor) varietas asli Kulonprogo yang sudah disertifikasi, serta air minum dalam kemasan Airku produksi PDAM yang sudah memenuhi 12 perizinan.

“Kami menyiapkan produk-produk lokal dalam rangka untuk menyambut kehadiran bandara internasional (yang akan dibangun di Kulonprogo) agar kita tidak hanya menjadi penonton,” katanya.

Hasto menambahkan, dalam waktu satu tahun ini pihaknya akan melakukan upaya memunculkan citarasa kopi Menoreh yang khas Kulonprogo sebelum selesainya pembangunan bandara internasional. Pihaknya berharap kopi arabika dan robusta yang dihasilkan dari Perbukitan Menoreh bisa mengalahkan kopi starbucks di bandara nantinya.

“Muda-mudahan kopi ini bisa mengalahkan starbucks di airport internasional nanti. Sebetulnya kalau boleh nanti di airport kopinya kopi Suroloyo bukan kopi Starbucks, tapi rasanya harus menyaingi Starbucks,” imbuhnya.

Menanggapi rencana memasukkan produk lokal Kulonprogo di bandara, Sultan menyatakan hal itu memungkinkan untuk dilakukan. Hanya saja pihaknya menekankan agar memenuhi perizinan, kualitasnya benar-benar baik, dan pengemasan yang menarik.

“Untuk dijual di bandara tidak ada masalah. Tapi masalahnya kan bicara sama pebisnis-pebisnis yang sewa di terminal (bandara). Makanya saya minta produk-produk itu ditest, tidak sekedar bikin produk. Karena konsumen itu kan juga berbeda-beda,” imbuhnya. 

(Panuju Triangga /SMNetwork /CN34 )