image

Foto: Istimewa

12 Oktober 2017 | 21:53 WIB | Nasional

Perguruan Tinggi di 350 Kabupaten/Kota Akan Deklarasikan Lawan Radikalisme

JAKARTA, suaramerdeka.com -Pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia akan mendeklarasikan sikapnya melawan radikalisme dalam peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 mendatang.

"Kami seluruh pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, akan menggelar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia pada 28 Oktober 2017 yang bertepatan peringatan Sumpah Pemuda," ujar Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr Maruarar Siahaan seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kamis (12/10).

Maruarar mengatakan aksi kebangsaan yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia ini akan diisi dengan acara kuliah akbar dan orasi kebangsaan serta pembacaan Deklarasi Perguruan Tinggi seluruh Indonesia melawan radikalisme.

Rencananya, kegiatan akan dilakukan di 350 kabupaten/kota di 34 provinsi dengan melibatkan 4,5 juta peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen, serta staf di perguruan tinggi.

Maruarar mengatakan tujuan strategis dari acara ini yaitu, Pertama, mempertegas sikap perguruan tinggi se-Indonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, menyosialisasikan secara lebih luas di kalangan civitas akademika khususnya, dan pada masyarakat secara umum, mengenai isi Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme, untuk secara bersama diaktualisasikan secara nyata dan konkret dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan sosial-kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Di Jakarta kegiatan ini akan dipusatkan di Lapangan Banteng dengan melibatkan tidak kurang dari 150.000 lebih mahasiswa dan civitas akademika dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-DKI Jakarta.

Aksi ini juga merupakan tindaklanjut dari pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia tanggal 25-26 September 2016 di Bali, yang diikuti lebih dari 3.000 pimpinan perguruan tinggi dan ditutup oleh Presiden Jokowi dengan sejumlah rekomendasi. Salah satunya, kesepakatan untuk menggelar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2017.

(Ant /CN41 )