no image

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo memberikan arahan dalam acara Mandiri Edukasi bagi Pelaku Industri Rumahan Desa Ngadikusuman Kecamatan Kertek, Wonosobo di Balai Latihan Khusus (BLK) Kecamatan Kertek. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

12 Oktober 2017 | 20:00 WIB | Suara Kedu

Pelaku Industri Rumahan Didorong Bentuk Kelompok

WONOSOBO,suaramerdeka.com- Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo mendorong seluruh pelaku industri rumahan di Wonosobo membentuk kelompok usaha di wilayahnya. Hal itu dilakukan guna memudahkan, pemerintah daerah melakukan pengawasan, pelatihan dan pendampingan kepada kelompok, serta kemudahan jika nantinya ada penyaluran bantuan alat produksi maupun suntikan modal usaha dari pemerintah maupun swasta.

"Saat ini ada ribuan pelaku industri rumahan menjalankan aktivitas produksi. Kami dorong mereka membentuk kelompok, agar pengawasan dan pendampingan kepada mereka lebih mudah," ujarnya usai memberikan arahan dalam acara Mandiri Edukasi bagi Pelaku Industri Rumahan bagi 180 warga Desa Ngadikusuman Kecamatan Kertek, Wonosobo di Balai Latihan Khusus (BLK) Kecamatan Kertek, Kamis (12/10).

Menurut Agus, pihaknya telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, terkait proyek pengembangan pengembangan industri rumahan bagi perempuan di Wonosobo. "Sejak 2016, KPPPA melakukan pendampingan industri rumahan di Wonosobo, meliputi Desa Pagerejo dan Desa Ngadikusuman, Kertek," beber dia.

Sasaran pelaku industri rumahan di kedua desa tersebut total sebanyak 280 perempuan. Masing-masing, Desa Pagerejo mendapat alokasi pelaku industri rumahan sebanyak 100 orang. Sebanyak 50 pelaku industri rumahan didampingi 2016, 50 pelaku industri rumahan didampingi 2017 ini. Sementara di Desa Ngadikusuman jumlah pelaku industri rumahan yang didampingi 180 orang, 100 orang didampingi 2016 dan 80 orang didampingi 2017 ini.

Menurut Agus, sebagian besar produksi pelaku industri rumahan yang berada di Desa Ngadikusuman merupakan usaha pengolahan pangan. Berbagai pelatihan yang dilakukan sesuai yang sangat dibutuhkan, meliputi pelatihan diversifikasi produk, pelatihan packaging atau pengemasan, pelatihan pemasaran, pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan sebelum pembentukan koperasi dan pelatihan klaster rengginang.

"Kami berkomitmen terus mendorong pemberian keterampilan tambahan kepada mereka agar semakin berkembang, tak terkecuali dengan pemasaran. Karena, selain berupaya mengoptimalkan produksi, persaingan era modern menuntut pelaku industri rumahan makin aktif dan kreatif dalam mempromosikan produknya. Pelaku industri rumahan tidak boleh minder, harus semangat untuk bisa berdaya saing," beber dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok Ngadikusuman, Menuk Indriyani menyebutkan, pembentukan kelompok usaha dirasa penting dilakukan guna memudahkan kelompok memperoleh pendampingan dari pemerintah. Selain itu, adanya kelompok juga dirasa semakin memudahkan anggota mengakses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang ditawarkan sejumlah perbankan.

"Rata-rata anggota kami merupakan eks buruh migran atau TKI purna. Kami memilih membentuk kelompok usaha dan mengembangkan sektor usaha agar kesejahteraan anggota semakin meningkat. Harapan kami, dukungan pemerintah daerah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para TKI purna terus ditingkatkan, sehingga mereka memiliki keterampilan tambahan di dunia usaha," harap dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN38 )