image

Pengunjung sedang melihat pameran rumah dalam Properti Expo Semarang ke-8 di Mal Ciputra Semarang, Kamis (12/10). (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

12 Oktober 2017 | 16:43 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Hingga September, Penjualan Rumah Komersial di Semarang Capai 70 Persen

SEMARANG, suaramerdeka.com- Secara akumulatif penjualan rumah komersial di Kota Semarang sampai September mencapai 70 persen dari total target. Ketua Panitia Pameran Properti Expo Semarang,  Dibya Hidayat mengatakan,  capaian ini lebih rendah dibandingkan akumulasi periode sama tahun 2016 yang bisa mencapai 90 persen.

"Karena beberapa bulan belakangan hasil pameran sebelumnya turun banyak," katanya, saat pembukaan Pameran Properti Expo Semarang ke-8 di Mal Ciputra Semarang, Kamis (12/10).

Dibya memaparkan, upaya untuk meningkatkan penjualan adalah dengan menyesuaikan serapan pasar. Saat ini para developer sudah melakukan disertivikasi produk di market yang lebih banyak. Market terbesar selama ini rumah yang harganya Rp 300 juta sampai Rp 700 juta dan mengambil 50 persen dari total penjualan.

"Selain itu  juga harus didukung oleh perbankan dengan KPR karena 90 persen lebih pembeli properti di Semarang  membeli dengan KPR," ucapnya.

Dibya menambahkan, dari market yang besar tadi tersebar hampir di seluruh wilayah Semarang, karena melihat tata ruang Kota Semarang banyak yang berwarna kuning menandakan daerah dan bisa dikembangkan menjadi perumahan. Namun yang menjadi kendala adalah ketersediaan infrastruktur itu belum mencakup.

"Infrastruktur bukan hanya jalan tapi kebutuhan hidup di sana," jelasnya.

Pameran Properti Expo Semarang ke-8 ini menghadirkan 18 developer satu perbankan dan satu galeri yang menyasar kelas menengah, menengah atas, dan ditargetkan akan menjual 70 unit.

(Cun Cahya /SMNetwork /CN40 )