image

Foto: istimewa

12 Oktober 2017 | 13:34 WIB | Suara Kedu

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Dilatih Ilmu Komunikasi Publik

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com -Komunikasi publik menjadi salah satu kompetensi utama bagi mahasiswa yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat. Sebab ketika terjun di dalam dunia profesi nantinya mereka akan bertemu berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Untuk membekali kemampuan public speaking kepada mahasiswa, Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengadakan workshop selama sehari di UC UGM Yogyakarta, Kamis (12/10). Kegiatan yang sekaligus rangkaian study tour mahasiswa ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang komunikasi publik dan advokasi.

Ditemui disela acara, Ketua Prodi S1 Kesehatan Masyarakat UMKT Sri Sunarti MPH mengatakan, agenda pelatihan semacam ini rutin diadakan setiap tahun namun baru kali ini pihaknya bekerjasama dengan UGM.

"Tujuan pelaksanaan acara ini agar mahasiswa memiliki kompetensi public speaking. Faktor komunikasi ini sangat penting karena sasaran mereka adalah masyarakat itu sendiri mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sementara di lain sisi, tidak semua orang peduli terhadap kesehatan terutama yang bermukim di daerah pinggiran," paparnya.

Dalam kegiatan ini, mereka tidak sekedar dilatih kemampuan komunikasi publik secara umum. Tapi juga materi yang sarat muatan kemuhammadiyahan, termasuk mengenai nilai kejujuran dan amanah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.

"Saat lulus nanti mereka akan membawa bendera Muhammadiyah sehingga di dalam kegiatan ini kami masukkan pula muatan tentang kemuhammadiyahan sebagai ciri khas," imbuh Sunarti.

Dengan bekal yang mumpuni diharapkan setelah lulus nanti para mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pinggiran Kalimantan Timur tentang pentingnya menjaga kesehatan. Selama ini meski jumlah tenaga kesehatan di wilayah itu cukup banyak. Namun sayangnya jarang yang bersedia ditempatkan di kawasan pinggiran, padahal masyarakat di daerah itu sangat membutuhkan bantuan tenaga kesehatan.

(Amelia Hapsari /SMNetwork /CN33 )