image

BEKAS LAPAK: Bekas lapak PKL di atas drainase di Jalan Suwarno Honggopati, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. (suaramerdeka.com / Asep Abdullah)

12 Oktober 2017 | 10:48 WIB | Solo Metro

Satpol PP Tetap Awasi Ketat Jalan Suwarno Honggopati

  • Eks Lokasi Penertiban PKL

SUKOHARJO, suaramerdeka.com –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo tetap melakukan pengawasan di lokasi bekas penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Suwarno Honggopati yang kini sudah bersih.Menurut Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, pengawasan tetap diprioritaskan di jalur lintas kabupaten/kota di Kecamatan Grogol tersebut yang sebelumnya terdapat puluhan PKL. Pasalnya dia tidak ingin lokasi yang sudah bersih dari lapak semi permanen PKL itu, ditumbuhi kembali.

Mengingat seruan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi (DPSDA) Jateng, jika lokasi lapak PKL yang terletak di atas drainase, harus bersih. “Kami awasi ketat dan pelototi. Siang dan malam petugas patroli lewat daerah itu,” terang dia, Kamis (12/10).

Heru melanjutkan, ada dua titik yang diawasi. Yakni di sekitar kantor Desa Langenharjo dan depan RS DR Oen Solo Baru yang belum lama ini dibongkar mandiri oleh PKL. Meskipun ada yang meminta agar diperbolehkan berjualan kembali, pihaknya tetap tidak memberikan izin. Mengingat infrastruktur tersebut bukan milik Pemkab Sukoharjo. “Itu jelas kewenangan Pemprov Jateng. Drainase atau saluran air milik DPSDA. Jadi kami tidak bisa memberikan izin. Termasuk lapak bongkar pasang,” ungkapnya.

Dikatakan, bahkan Satpol PP Jateng juga turun ke lapangan untuk mengawasi perkembangan lapak PKL di atas drainse tersebut. Di antaranya Satpol PP Jateng memasang papan peringatan yang berisi larangan untuk berjualan di atas saluran air. Mengingar saluran tersebut selama ini menjadi objek vital guna mendukung pengairan dan sirkulasi air sungai, sehingga tidak terjadi banjir. “Mungkin ke depan akan dinormalisasi. Karena selama ini mudah membludak ke jalanan saat terjadinya hujan,” kata dia.

(Asep Abdullah /SMNetwork /CN26 )