image

Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Wonosobo melakukan audiensi dengan jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonosobo, kemarin. (SM/ M Abdul Rohman)

11 Oktober 2017 | 00:23 WIB | Suara Banyumas

Layanan Informasi Publik Dituntut Lebih Transparan

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Wonosobo menuntut Pemkab Wonosobo menyelenggarakan layanan informasi publik secara akurat dan transparan.

Pasalnya, sektor pelayanan dan informasi publik saat ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi asas keterbukaan. Padahal, di era derasnya arus informasi melalui berbagai media seperti sekarang ini, masyarakat membutuhkan akses yang mudah dan dapat dipercaya.

Koordinator MP3 Wonosobo, Narumi Akana menyebutkan, belum terwujudnya layanan informasi publik secara baik di ranah penyelenggara pemerintahan, memunculkan berbagai permasalahan, seperti konflik antara petugas pelayanan dengan masyarakat karena mis informasi.

"Kasus-kasus akibat mis informasi sangat banyak terjadi, sehingga kami memandang perlu adanya transparansi informasi secara lebih standar sesuai undang-undang maupun peraturan daerah," ujarnya.

Menurut dia, diperlukan kesungguhan Pemkab, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih transparan, serta lebih memudahkan masyarakat yang membutuhkan akses informasi akurat dan bisa dipercaya.

"Kami mengapresiasi terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2009 tentang Partisipasi dan Transparansi. Namun keberadaan Perda tersebut, tak serta merta menyelesaikan persoalan di sektor layanan informasi publik," tutur dia.

Hal ini, lanjut dia, mengingat implementasi Perda kurang menginisiasi proses penyelanggaraan pemerintahan secara umum. Pihaknya menyarankan, di sektor layanan publik penting pemerintah membuka akses secara lebih mudah terhadap keingintahuan masyarakat, seperti bagaimana penggunaan anggaran keuangan daerah, bagaimana kualitas kinerja pemerintah, sampai perlunya pemerintah lebih aktif dalam antisipasi kejadian bencana melalui early warning system (EWS).

"Kenapa EWS kebencanaan penting, karena secara geografis wilayah Wonosobo memiliki potensi kebencanaan tinggi, sehingga langkah antisipasi menjadi lebih penting dibanding langkah penanganan setelah kejadian," beber dia.

Menanggapi masukan dan saran MP3 Wonosobo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonosobo, Eko Suryantoro sepakat dan siap memenuhi kebutuhan publik terkait layanan informasi yang transparan.

Menurut dia, sebenarnya selama ini pihaknya juga terus berupaya menuju ke arah itu, di antaranya dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini. Dua bidang di Diskominfo, yakni Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) maupun Bidang Informatika didukung penuh sekretariat dinas, terus berkolaborasi untuk menciptakan berbagai inovasi dan terobosan dalam upaya memudahkan akses masyarakat terhadap informasi yang akurat.

Kepala Bidang IKP, Bambang Sutejo menegaskan, upaya melayani masyarakat selama ini bahkan telah memanfaatkan media sosial seperti twitter, facebook hingga instagram dan layanan percakapan berbasis internet, whatsapp. "Semua kanal kami buka, agar masyarakat mudah menyampaikan berbagai hal, termasuk mengadu maupun memberikan saran dan kritik yang membangun," beber dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN34 )